Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jumpa pers PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) di Jakarta, Rabu (4/12/2019)

Jumpa pers PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) di Jakarta, Rabu (4/12/2019)

Toba Bara Sejahtera Fokus Selesaikan Dua Pembangkit Listrik Baru

Ghafur Fadillah, Rabu, 4 Desember 2019 | 22:35 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) di tahun 2020 akan fokus membangun dan mengelola pembangkit listrik yang ditargetkan menjadi kontribusi terbesar pada perseroan sebagai pengganti bisnis batubara yang saat ini sedang memburuk.

Direktur perseroan, Pandu Patria Sjahrir mengatakan saat ini perseroan sedang fokus untuk menyelesaikan pembangunan proyek pembangkit listrik dua anak usahanya yakni PT Minahasa Cahaya Lestari yang berlokasi di Minahasa, Sulawesi Utara dan PT Gorontalo Listrik Perdana yang berlokasi di Gorontalo, Sulawesi Utara yang diproyeksikan selesai di tahun 2020 dan 2021.

"Pada tahun ini kontribusi dari pembangkit listrik kami memang masih kecil kurang lebih 25%, tapi tahun depan begitu proyek kami sudah selesai dapat berkontribusi hingga 50%-50% dengan batubara atau lebih, tapi yang pasti akan lebih banyak dari pembangkit listrik," ujarnya usai konferensi di Jakarta, Rabu (4/12).

Rincian proyek tersebut yakni pembangkit listrik PT Gorontalo Listrik Perdana memiliki nilai investasi sebesar US$ 244 juta dengan masa kontrak selama 25 Tahun, dan Shanghai Electric Power Construction yang menjadi kontraktor EPC, sedangkan PT Minahasa Cahaya Lestari memiliki nilai investasi sebesar US$ 209 juta dengan masa kontrak 20 tahun,adapun yang menjadi kontraktor EPC adalah Synohidro Corporation Limited.

"Kedua proyek tersebut saat ini sudah memakan biaya sekitar US$ 120 juta," tegasnya.

Di sisi pertambangan, Pandu menyatakan tidak akan menambah target produksi batu bara ke depan, sehingga akan berada di angka yang sama pada tahun ini sebesar 5 juta ton. Hal tersebut disebabkan harga penjualan batubara yang sedang menurun.

"Hal itu berdampak pada pendapatan kami, karena kami saat ini juga tidak ingin meningkatkan produksi karena saat ini permintaan sedang menurun lebih baik menjaga reserve kita, karena batubara tidak bisa diperbaharui," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA