Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adrian Suherman, presiden direktur dan CEO MPC (kanan).

Adrian Suherman, presiden direktur dan CEO MPC (kanan).

Top! MPC (MLPL) Kembali Catat Profitabilitas

Jumat, 1 April 2022 | 17:44 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Multipolar Tbk (MLPL) atau MPC membukukan pendapatan Rp 10,3 triliun dan laba bersih Rp 201 miliar. Ini menandai kembalinya MPC ke profitabilitas setelah kerugian Rp 793 miliar pada tahun 2020, ketika bisnis ritelnya menghadapi penutupan toko sementara secara nasional dan pembatasan operasional untuk mendukung langkah-langkah pemerintah melawan pandemi Covid-19.

Bisnis teknologi dan digital MPC, antara lain PT Multipolar Teknologi Tbk (MLPT) dengan integrasi sistem TI dan bisnis layanan terkelola dan venturra dengan investasi multisektor regionalnya dalam usaha tahap awal, berkontribusi signifikan terhadap laba.

Baca juga: Multipolar (MLPL) Rights Issue Rp 999,8 Miliar, Catat Rinciannya!

MLPT melaporkan pendapatan hampir Rp 3 triliun, meningkat 11,6% dari tahun 2020. Senada, laba bersih mencapai Rp 259 miliar, melonjak 50,2% dari laba bersih tahun 2020. MLPT dan anak perusahaannya, dengan jangkauan nasional titik sentuh pelanggan, terus memperluas bisnisnya ke komputasi awan, data besar, kecerdasan buatan, dan layanan berbasis teknologi lainnya.

Bisnis ritel MPC juga mulai menunjukkan perubahan haluan, dipimpin oleh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang melaporkan penjualan kotor Rp 10,3 triliun, pertumbuhan signifikan 19,6% dari tahun 2020 dan laba bersih Rp 913 miliar, rebound dramatis dari Rp 873 miliar rugi bersih pada tahun 2020. LPPF juga melaporkan saldo pinjaman nol pada akhir tahun 2021, dari saldo pinjaman sebesar Rp 1 triliun pada akhir tahun 2020.

Anak usaha lainnya, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berhasil menyelesaikan rights issue pada Desember 2021 dan mengumpulkan Rp 720 miliar, secara substansial memperkuat neraca dan menyediakan modal yang cukup untuk rencana pertumbuhannya.

MPPA dan MDS terus memperluas operasi ritel omnichannel mereka melalui platform digital mereka sendiri dan berpartisipasi di ratusan toko virtual di marketplace seperti GoMart, Tokopedia, Grabmart, Shopee, Blibli, dan lainnya.

Baca juga: Multipolar (MLPL) Berhasil Himpun Dana Rp 1,75 Triliun

Di bidang fintech, PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) mempercepat evolusinya menjadi perbankan digital, setelah berhasil meluncurkan aplikasi NobuNEO pada tahun 2021 dan terus menambahkan fitur dan meningkatkan kemampuan perbankannya untuk memungkinkan solusi digital lengkap bagi pelanggannya.

Lebih lanjut, peningkatan modal MPC berjalan sesuai rencana, dengan target selesai pada April 2022. Hasil dari peningkatan modal akan digunakan untuk mendanai strategi pertumbuhan perusahaan melalui investasi dan akuisisi, dan untuk memperkuat neraca.

“MPC dengan tim manajemen yang kompeten, dukungan yang solid dari pemegang saham, hubungan yang kuat dengan mitra bisnisnya, dan banyak pengalaman di pasar Indonesia, diposisikan secara unik untuk menangkap peluang berikutnya. Fase pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami didorong oleh hasil 2021 kami dan bertekad untuk terus menjalankan strategi kami dan meningkatkan nilai pemegang saham kami,” ungkap CEO dan Presiden Direktur MPC Adrian Suherman dalam keterangan tertulis, Jumat (01/04/2022).

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN