Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Torehkan Net Buy Rp 1,18 Triliun, Asing Kembali Koleksi Saham BBRI, BBCA, dan BMRI

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:23 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Aliran dana asing ke pasar modal terus berlanjut terlihat dari realisasi pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar senilai Rp 1,18 triliun sepanjang akhir pekan ini, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 10,77 poin (0,16%).

Net buy asing terdiri atas pembelian bersih saham di pasar reguler oleh pemodal asing senilai Rp 1,12 triliun dan sisanya mencapai Rp 56,69 miliar di pasar negosiasi. Net buy di pasar negosiasi dicatatkan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 23,41 milair dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 21,54 miliar.

Sedangkan lima saham dengan net buy terbenyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 406,52 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 293,61 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 113,23 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 87,56 miliar, dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 70,35 miliar.

Berikut lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak yang dilaksanakan pemodal asing, yaitu saham PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 50,77 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 35,75 miliar, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 35,08 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 34,69 miliar, dan PT Sarana Menara Infrastrukture Tbk (TOWR) Rp 26,79 miliar.

Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur menguat 1,17%, sektor properti dan real esat naik 1,07%, sektor keuangan naik 0,63%, dan sektor material dasar 0,17%. Sedangkan penurunan terdalam melanda saham sektor consmer non cyclicals 1,40%, sektor industri 1,22%, sektor kesehatan 1,29%, serta sektor transportasi dan logistik 0,31%.

Hari ini, beberapa saham juga berhasil menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) naik Rp 51 (34,69%) menjadi Rp 198, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) menguat Rp 68 (34,34%) menjadi Rp 266, PT Trimita Prawara Goldland Tbk (ATAP) menguat Rp 34 (34,34%) menjadi Rp 133, PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik Rp 64 (25%) menjadi Rp 320, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) menguat Rp 112 (25%) menjadi Rp 560, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik Rp 130 (24,53%) menjadi Rp 660.

Sedangkan lima saham dengan penurunan terdalam akhir pekan ini, yaitu saham PT Alfa Eergi Investama Tbk (FIRE), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Equity Depevelopment Investment Tbk (GSMF), PT Indo Straits Tbk (PTIS), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN