Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Foto: Perseroan.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Foto: Perseroan.

Tower Bersama Agresif Bangun Menara

Selasa, 29 September 2020 | 08:02 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membidik tambahan 3.000 penyewa (tenant) baru secara organik pada 2021. Perseroan akan agresif membangun menara telekomunikasi, serta membuka peluang akuisisi menara milik operator ataupun membeli saham perusahaan menara.

Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, target penambahan tenant baru perseroan pada 2021 sama dengan 2020, yakni 3.000 tenant. Perseroan mempertimbangkan akuisisi, jika ada perusahan atau aset menara telekomunikasi yang prospektif, baik secara lokasi maupun valuasi aset.

“Ke depan, kesempatan akuisisi menara baru selalu ada, hanya kita selalu menilai apakah menara tersebut menarik dari segi lokasi. Total menara perusahaan sudah 15.893 site per Juni 2020 yang menyebar di berbagai lokasi,” jelas dia dalam paparan publik virtual, Senin (28/9).

Menurut Helmy, jika ada peluang akuisisi namun secara valuasi dan lokasi belum cocok dengan portofolio menara perseroan, maka pihaknya tidak akan memaksa strategi anorganik. Selama ini, strategi perseroan adalah agresif membangun menara sesuai pesanan operator.

Adapun, strategi yang ekspansi tercermin dari realisasi penambahan tenant sebanyak 2.517, yang terdiri atas 370 site telekomunikasi dan 2.147 kolokasi selama semester I-2020. Dengan total penyewaan menara telekomunikasi sebanyak 30.918, maka rasio kolokasi Tower Bersama menjadi 1,96 per Juni 2020.

Helmy optimistis, industri menara telekomunikasi terus tumbuh positif. Perseroan pun memiliki kontrak jangka panjang dari operator telekomunikasi. Hal tersebut membuat industri ini tergolong defensif. Tower Bersama membukukan rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) penyewaan 21,9% dari 2010 hingga kuartal II-2020. Sedangkan CAGR EBITDA pada periode yang sama 25,9%.

Sementara itu, perseroan berupaya menjaga tetap sehat rasio-rasio keuangan. Semisal, perseroan melakukan refinancing obligasi lama dengan yang baru sehingga mendapatkan tingkat bunga lebih rendah.

Baru-baru ini, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan IV tahap I senilai Rp 700 miliar yang terdiri atas dua seri, yakni obligasi Rp 231 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,3% dan bertenor 370 hari, serta obligasi Rp 469 miliar dengan tingkat  bunga  tetap 8% dan bertenor  3 tahun. Bunga untuk obligasi ini akan dibayarkan setiap kuartal

Perusahaan menggunakan dana hasil emisi untuk pembayaran   sebagian   Obligasi II   tahap III tahun 2017 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,4% yang jatuh tempo pada 19 September 2020

Fitch Indonesia memberikan peringkat AA- untuk obligasi anyar ini. Adapun program obligasi berkelanjutan IV Tower Bersama memiliki total target dana hingga Rp 7 triliun yang berlaku selama dua tahun.

“Penerbitan obligasi masih menjanjikan ke depan, karena likuiditas di pasar cukup baik. Jadi obligasi tetap menjadi pilihan perusahaan dalam diversifikasi sumber pembiayaan,” kata Helmy.

Perseroan tercatat mempertahankan leverage di posisi 4,8 kali per Juni 2020. Posisi tersebut jauh di bawah covenant obligasi perseroan, yakni tidak lebih dari 6,25 kali untuk total pinjaman terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan.

Bersaing

Presiden Direktur & Chief Operating Officer Tower Bersama Infrastructure Herman Setya Budi mengatakan, persaingan di industri menara telekomunikasi semakin memacu perseroan untuk meningkatkan kemampuan serta layanan kepada pelanggan.

Sebagai informasi, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berambisi untuk menjadi pemain utama di industri menara. Bahkan, Mitratel dipersiapkan untuk menjadi perusahaan terbuka.

“Pandangan kami melihat pemain yang agresif adalah, ini soal bagaimana masalah keahlian akuisisi lahan dan membangun dengan cepat. Sampai saat ini Tower Bersama menjadi pilihan yang baik bagi para pelanggan,” kata Herman.

Selama pandemi Covid-19, perseroan terus membantu pelanggan telekomunikas dalam perluasan jaringan serta persyaratan layanan berkelanjutan.  Manajemen memastikan bisa beroperasi sambil mengambil langkah-langkah tambahan demi menjaga kesehatan karyawan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN