Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tower Bersama. Foto: Investor Daily

Tower Bersama. Foto: Investor Daily

Tower Bersama Ikut Bersaing Akuisisi Menara Indosat

Farid Firdaus, Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:29 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ikut bersaing dalam lelang penjualan 3.000 menara yang digelar PT Indosat Tbk (ISAT). Jika berhasil menang, aksi ini akan menjadi yang kedua kalinya setelah perseroan mengakuisisi 2.500 menara Indosat pada Agustus 2012.

Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, strategi akuisisi cenderung mendongkrak pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perseroan secara signifikan. Hal tersebut merujuk ketika perseroan mengeksekusinya pada 2012.

“Akuisisi ini selalu menjadi strategi karena begitu menang, langsung dapat barangnya, dan EBITDA bertambah. Di 2012, perseroan mengalami kenaikan hingga 39%,” jelas Helmy kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (22/8).

Helmy menambahkan, perseroan juga berencana menaikkan belanja modal tahun ini (capital expenditure/capex) yang semula dipatok berkisar Rp 1,5-2 triliun, apabila berhasil menang lelang. Namun, pihaknya belum dapat mengungkapkan dana akuisisi yang disiapkan untuk mengakuisisi menara Indosat lantaran terikat confidential agreement.

Soal pendanaan akuisisi, perseroan bisa menariknya dari berbagai sumber, termasuk kas internal, pinjaman bank ataupun obligasi. Hingga Juni 2019, perseroan telah menyerap capex sebanyak Rp 933 miliar.

Tower Bersama menambah daftar peserta lelang, setelah sebelumya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengonfirmasi ikut membidik 3.000 menara Indosat.

Adapun per 30 Juni 2019, Tower Bersama memiliki 26.713 penyewaan dan 15.344 sites telekomunikasi. Sites telekomunikasi milik perseroan terdiri atas 15.272 menara telekomunikasi dan 72 jaringan DAS. Adapun rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan pada kuartal II-2019 menjadi 1,74 atau naik dibandingkan kuartal I-2019 yang sebesar 1,71.

“Dalam enam bulan pertama tahun 2019, kami secara organik menambahkan 288 sites telekomunikasi dan 948 kolokasi ke portofolio kami,” ungkap Hardi Wijaya Liong, CEO Tower Bersama.

Sementara itu, selama semester I-2019, Tower Bersama membukukan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp 2,27 triliun dan Rp 1,94 triliun. Jika pencapaian itu disetahunkan, total pendapatan dan EBITDA perseroan masing-masing mencapai Rp 4,58 triliun dan Rp 3,9 triliun.

Per 30 Juni 2019, total pinjaman perseroan, jika pinjaman dalam mata uang dolar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, mencapai Rp 20,74 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 12,8 triliun.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 296 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 20,44 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp 12,51 triliun. Menggunakan EBITDA kuartal II-2019 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA sebesar 3,2 kali dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA sebesar 5,2 kali.

“Pada bulan lalu, kami melunasi lebih awal pinjaman Fasilitas A sebesar US$ 400 juta dengan Fasilitas Pinjaman Revolving sebesar US$ 375 juta yang memiliki tenor lima tahun enam bulan. Fasilitas Pinjaman Revolving baru US$ 375 juta ini adalah fasilitas dengan biaya terendah dan jangka waktu jatuh tempo paling lama yang kami dapatkan sampai saat ini,” jelas Hardi.

Agresif

Tower Bersama tercatat menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif dalam mengakuisisi menara. Di awal tahun ini, perseroan resmi menambah kepemilikan saham dalam PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menjadi 50,43% dari semula 19,79%.

Sebelumnya, Tower Bersama membeli 19,79% saham Gihon Telekomunikasi saat perusahaan tersebut menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 9 April 2018.

Pada Desember 2018, Tower Bersama juga tercatat resmi menguasai 51% saham PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD). Tujuan akuisisi ini adalah strategi pengembanan usaha dan memperluas jaringan usaha, serta memperkuat posisi bisnis perseroan di bidang jasa infrastruktur telekomunikasi.

Sementara itu, pada 2 Agustus 2012, Tower Bersama menyelesaikan akuisisi 2.500 menara Indosat senilai US$ 406 juta. Perseroan membayar dalam bentuk tunai serta 239,82 juta saham baru perseroan atau mewakili 5% kepemilikan dari modal perseroan.

Saham Tower Bersama tersebut digenggam Indosat selama kurun waktu hampir dua tahun. Pasalnya, pada Maret 2014, Indosat menjual seluruh saham Tower Bersama yang dimilikinya pada harga Rp 5.800 per saham. Nilai transaksinya saat itu mencapai Rp 1,39 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA