Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Foto: Perseroan.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Foto: Perseroan.

Tower Bersama Tawarkan 'Global Bond' US$ 300 Juta

Kamis, 14 Januari 2021 | 23:24 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan surat utang global (global bond) senilai US$ 300 juta dengan bunga 2,75% dan jatuh tempo pada 2026. Dana hasil emisi surat utang tersebut akan digunakan untuk membayar (refinancing) utang.

Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, penawaran global bond 2026 ini akan ditutup pada 20 Januari, dan bakal tercatat di Bursa Efek Singapura. Perseroan berencana menggunakan dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut untuk membayar sebagian saldo terutang dari fasilitas pinjaman revolving tahun 2019 yang sebesar US$ 375 juta.

“Lalu, perseroan akan membayar sebagian fasilitas revolving B sebesar US$ 100 juta dan fasilitas pinjaman revolving tahun 2017 sebesar US$ 200 juta,” kata Helmy dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1).

Sementara itu, jumlah pembiayaan kembali untuk fasilitas B dan fasilitas tahun 2017 akan tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali. Per 30 September 2020, total pinjaman bruto dan kas serta setara kas Tower Bersama masing-masing sebesar US$ 1,7 miliar dan US$ 38,5 juta.

Setelah penerbitan global bond 2026 dan penggunaan perolehan dana bersih tersebut, total pinjaman bruto yang dimiliki anak usaha perseroan akan sebesar US$ 483,8 juta per 30 September 2020. Nilai tersebut termasuk liabilitas sewa, aset hak guna dan pinjaman 2017, pinjaman 2018, dan pinjaman 2019.

Per 30 September 2020, fasilitas yang terkomitmen dan belum ditarik berdasarkan pinjaman 2017, pinjaman 2018, dan pinjaman 2019 serta fasilitas kredit sebesar US$ 209 juta. Setelah penerbitan global bond ini, jumlah fasilitas tersebut menjadi US$ 505,4 juta, yang tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB- terhadap global bond teranyar Tower Bersama. Fitch menilai, Tower Bersama memiliki ruang pendanaan yang cukup untuk menyelesaikan rencana akuisisi 3.000 menara milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun atau setara US$ 280 juta. Transaksi ini diharapkan selesai menjelang akhir kuartal I-2021.

Fitch memperkirakan, rasio dana dari operasi (fund from operations/FFO) dengan utang bersih Tower Bersama akan tetap sebesar 5 kali pada 2020 dan 2021 atau di bawah ambang batas 5,5 kali.

Dampak Akuisisi

Strategi akuisisi yang akan dilakukan perseroan diperkirakan menambah pendapatan sebesar US$ 41 juta dan EBITDA senilai US$ 34 juta per tahun. Portofolio menara perseroan juga bakal meningkat menjadi 19.215 menara.

“Peringkat yang kami berikan mencermikan profil risiko bisnis yang tangguh, didukung oleh visibilitas arus kas kuat serta kontrak jangka panjang sewa menara dengan klausul eskalasi,” tulis Fitch.

Menurut Fitch, profil bisnis Tower Bersama terus membaik dengan penambahan menara secara organik dan penyewa. Hal ini didorong oleh belanja modal perusahaan telekomunikasi yang besar untuk memperkuat jaringan 4G dan memperluas infrastruktur fiber optik.

Ke depan, Fitch memperkirakan industri menara telekomunikasi akan saling berkonsolidasi dan dipimpin oleh beberapa pemain besar, salah satunya Tower Bersama.

Fitch memprediksi, Tower Bersama dapat menghasilkan margin arus kas bebas yang positif sebesar 2-3% dan menghasilkan EBITDA 2020 sekitar Rp 4,5-4,6 triliun. Hal tersebut dinilai cukup untuk mendanai belanja modal Rp 2 triliun, biaya bunga Rp 1,7-1,9 triliun, dan pajak tunai sekitar Rp 250-300 miliar.

Pada 2020, Fitch memprediksi pendapatan dan EBITDA Tower Bersama masing-masing mengalami pertumbuhan 13-15% secara tahunan. Sedangkan pada 2021, pertumbuhannya masing-masing diproyeksikan sebesar 15-20% dengan menghitung rencana akuisisi.

“Tower Bersama menambah tenancy bersih sebanyak 2.963 hingga kuartal III-2020 atau melebihi ekspektasi kami. Penambahan penyewa ini membuat rasio tenancy menjadi 1,96 kali atau tertinggi di industri,” jelas Fitch.

Tahun ini, pangsa pasar Tower Bersama di industri menara diperkirakan meningkat menjadi 20% dari 17% pada 2020. Pangsa pasar yang meningkat berpotensi didorong pertumbuhan yang lebih cepat dari rata-rata industri dan apabila akuisisi menara Inti Bangun berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan penilaian Fitch, margin EBITDA Tower Bersama akan stabil sebesar 84-86% selama 2020-2021. Sekitar 34% dari kontrak sewa perseroan akan diperbarui selama 2021-2023. Perseroan tercatat memiliki pendapatan terkunci dari kontra sewa jangka panjang sebesar Rp 26 triliun per akhir September 2020 dan rata-rata jatuh tempo kontrak selama 5,3 tahun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN