Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
TPS Food. Foto: DEFRIZAL

TPS Food. Foto: DEFRIZAL

TPS Food Siap Himpun Dana Rp 1,5 Triliun

Rabu, 30 September 2020 | 22:41 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food meraih persetujuan pemegang saham atas rencana penerbitan saham baru untuk menggalang dana segar hingga Rp 1,56 triliun. Produsen snack Taro ini pun tengah menjajaki sejumlah investor baru, baik domestik maupun asing yang berniat menyerap sebagian saham baru perseroan.

Penggalangan dana dilakukan dalam dua cara. Pertama, penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement dengan target Rp 1,26 triliun.  Pada private placement, perseroan berencana menerbitkan 6 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 210 per saham.

Sementara itu, aksi selanjutnya adalah penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Jumlah saham baru yang diterbitkan pada rights issue maksimal 1,50 miliar saham dengan nilai nominal Rp200. Harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian. Namun, perseroan memasang target dana sekitar Rp 300 miliar.

Direktur TPS Food Ernest Alto mengatakan, dalam perhitungan perseroan akan terjadi kenaikan total aset dan liabilitas dua aksi korporasi dieksekusi. Proforma total aset perseroan menjadi Rp 2,61 triliun setelah private placement, dan menjadi Rp 2,91 triliun setelah rights issue, dari posisi per 31 Maret 2020 sebesar Rp 2,16 triliun. Kemudian, total liabilitas akhirnya akan menjadi Rp 1,50 triliun dari sebelumnya Rp 3,48 triliun.

“Jadi proforma keuangan bisa lebih baik, karena dari private placement perusahaan akan membayar pinjaman Rp 805 miliar, sehingga ada pengembangan usaha lebih lanjut,” kata dia dalam paparan publik virtual di Jakarta, Kamis (30/9).

TPS Food menunjuk dua pihak yang menjadi pembeli siaga private placement ini. Pertama, PT Pangan Sejahtera Investama (PASTI), yang merupakan pengendali 32,77% saham perseroan per 18 September 2020. Pangan Sejahtera telah menyatakan kesanggupan mengambil sebanyak 3,74 miliar saham baru.

Sebagai informasi, saham Pangan Sejahtera dikendalikan 99,6% oleh FKS Food and Ingredients dan 0,4% oleh FKS Corporindo Indonesia. Para pengendali ini dimiliki oleh perusahaan asal Singapura, FKS Food and Agri Pte Ltd (FKS Group).

Sementara itu, anak usaha Pangan Sejahtera, PT Asta Aksara Sentosa juga menyatakan kesanggupan menyerap 800 juta saham baru TPS Food. Selain dua perusahaan ini, TPS Food mengaku belum menentukan pihak lain yang akan menyerap sisa 1,47 miliar saham baru.

Dekati Investor

Direktur Utama TPS Food Lim Aun Seng mengatakan, pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan sejumlah manajemer investasi lokal maupun asing yang berminat menjadi calon pembeli saham baru. “Namun, sampai saat ini belum ada keputusan final,” ujarnya.

Lim mengaku, meskipun saat ini FKS Group mengendalikan sebagian besar saham perseroan, perwakilan FKS Group belum ada yang menduduki kursi komisaris ataupun direksi perseroan.

Ke depan, lanjut dia, perseroan fokus mengembangkan bisnis yang sudah ada, serta menurunkan beban bunga pinjaman. Sehingga rugi bersih dapat terus ditekan dan akhirnya menguntungkan pemegang saham. Pihaknya mengaku selama upaya ini dilakukan, perseroan memperkirakan belum bisa membagikan dividen kepada pemegang saham, setidaknya selama lima tahun ke depan. “Jujur, loss kita masih gede. Target konservatif kami adalah, selepas lima tahun baru bisa membagikan dividen,” jelas dia.

Per Juni 2020, rugi bersih perseroan tercatat Rp 33,93 miliar, turun 44,5% dibanding periode sama tahun lalu Rp 61,17 miliar. Di sisi lain, penjualan bersih perseroan mengalami koreksi 3,2% secara tahunan menjadi Rp 596,96 miliar. Penurunan lantaran ada penurunan penjualan snack sebagai dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kuartal II-2020.

Dalam prospektus sebelumnya disebutkan setelah private placement dan rights issue, struktur kepemilikan saham TPS Food akan menjadi Pangan Sejahtera Investama 49,15% dari semula 32,77%, Asta Askara 7,43% dari semula nihil, dan pihak lain yang akan mengambil saham baru sebesar 13,7%.

Selain itu, kepemilikan Trophy Investor I Ltd menjadi 2,78% dari semula 6,27%, Trophy 2014 Investor Ltd menjadi 2,71% dari sebelumnya 6,11%, BBH Luxembourg S/A Fidelity FD V menjadi 2,38% dari 5,36% dan masyarakat menjadi 21,84% dari 49,4%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN