Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Tren IPO BUMN

Rabu, 8 November 2017 | 14:31 WIB

Mengenai tren BUMN dan anak usahanya untuk IPO, Jonan mengatakan, jika PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) dapat go public tentu kedua perusahaan tersebut akan menjadi big cap.

 

Dia memberi contoh PLN yang memiliki potensi kapitalisasi pasar sekitar Rp 500 triliun dan posisi price to earning (PE) ratio perusahaan pelat merah itu dapat mencapai 30 kali.

 

“Soal market cap itu baru PLN saja ya. Jadi, mudah-mudah akan lebih banyak perusahaan yang IPO sehingga dapat mendorong transparansi yang menurut kami sangat penting. Cuma soal IPO, saya hanya mengimbau jadi detailnya bisa ditanyakan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno,” jelas Jonan.

 

Meskipun saat ini Pertamina belum ada pengumuman terkait IPO saham, tapi anak usahanya yang bergerak di bidang asuransi, PT Tugu Pratama Indonesia (TPI), telah memastikan akan go public pada 2018. Sebelumnya, TPI sempat berniat untuk IPO pada semester I-2017, tapi tertunda karena ada beberapa hal yang perlu diurus.

 

Sekretaris Perusahaan Tugu Pratama Indonesia Syaiful Azhar pernah menegaskan, pihaknya akan tetap melanjutkan rencana menjadi perusahaan terbuka. Adapun TPI berestimasi dapat melakukan IPO di BEI pada semester I-2018.

 

Meski belum masuk daftar calon perusahaan yang akan IPO, PT Indonesia Power yang merupakan anak usaha PLN telah melakukan sekuritisasi aset senilai Rp 4 triliun pada September lalu.

 

Untuk tahun depan, Indonesia Power juga akan kembali melakukan sekuritisasi aset melalui produk kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) dengan potensi nilai sebesar Rp 6 triliun.

 

Untuk sekuritisasi aset Indonesia Power yang pertama, perseroan menggunakan underlying piutang dari perjanjian jual beli tenaga listrik (JBTL) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya 1-4 dari PLN kepada perseroan. (ts/th/rap/jn)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/usaha-bumn-tambah-modal/167561

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN