Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Triputra Agro Persada Tbk. Foto: Perseroan.

PT Triputra Agro Persada Tbk. Foto: Perseroan.

Triputra Agro melalui 14 Anak Usahanya Perpanjangan Tenor Kredit US$ 453 Juta

Jumat, 18 Juni 2021 | 16:59 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, Investor.id - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melalui  14 anak usahanya meraih perpanjangan kredit sindikasi dengan total US$ 543 juta. Pinjaman berjangka waktu empat tahun ini berasal dari  PT Bank OCBC NISP Tbk, (NISP) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Presiden Direktur Triputra Agro Persada Tjandra Karya Hermanto mengatakan, dana dari fasilitas pinjaman akan digunakan perseroan untuk membiayai kegiatan investasi ke 14 anak perusahaan. Sedangkan penandatanganan perpanjangan fasilitas tersebut dilakukan Kamis, 17 Juni 2021.

“Dengan demikian tenor pinjaman tersebut telah diperpanjang hingga 2025. Momentum ini merupakan salah satu pencapaian yang sangat penting bagi kami Perseroan. Kami mendapatkan kepercayaan kembali dari bank yang sudah mendukung kami sejak tahun 2011, dimana pada awalnya hanya lima anak perusahaan dan kemudian bertambah menjadi 14 anak perusahaan yang tergabung dalam pinjaman sindikasi,” jelasnya, Jumat (18/6).

Dalam kesempatan yang terpisah, Corporate Banking Bank Mandiri Arief Ariyana memaparkan, perpanjangan sindikasi diharapkan mampu mengoptimalkan ekspansi bisnis perseroan dan perusahaan anak, sehingga mampu mempercepat pemulihan ekonomi nasional, khususnya pada sektor Perkebunan dan Industri Pengolahan.

“Bank Mandiri akan terus mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis dari nasabah-nasabah korporasi termasuk melalui pembiayaan dengan skema sindikasi yang bekerjasama dengan bank-bank lainnya," ujarnya.

Tahun ini, Triputra Agro Persada ekspansif dengan berencana membangun dua pabrik baru yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Timur. Selain ekspansi pabrik, perseroan juga berencana masuk pasar middle stream dengan produk palm oil kernel bersamaan dengan pabrik biogas.

Sekretaris Perusahaan Triputra Agro Persada Joni Tjeng mengatakan, pembangunan pabrik baru tersebut sejalan dengan bertambahnya umur tanaman perseroan berimbas pada peningkatan produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan juga palm kernel. Adapun dua pabrik baru ini, perseroan akan menambah kapasitas secara bertahap yakni mulai dari 45 ton per jam.

“Untuk tahap awal tersebut biaya yang dikeluarkan kurang lebih Rp 140 miliar yang digunakan untuk pembangunan pabrik, perumahan di sekitar pabrik dan infrastruktur penunjang lainya,” kata Joni.

Rencana pembangunan dua pabrik tersebut akan dieksekusi oleh anak usaha perseroan, yakni PT Sukses Karya Mandiri (SKM). Selain ekspansi pabrik, perseroan saat ini tengah mengkaji untuk membangun Bio-CNG Plant sebagai bentuk komitmen perseroan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Aksi ekspansif ini menambah rencana perluasan bisnis lainya dari perseroan pasca melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada saat itu perseroan mengalokasikan dana hasil IPO sebanyak Rp 47 miliar kepada anak usaha, yaitu PT Agro Multi Persada (AMP) sebagai penyertaan modal pada untuk modal kerja.

“Dengan demikian, total capital expenditure/capex yang dianggaran perseroan tahun ini berkisar di Rp 500-550 miliar. Sebagian besar dana untuk membiayai ekspansi dan infrastruktur penunjang. Sedangkan sisanya untuk maintenance operasional dan sawit yang belum menghasilkan,” terangnya.

Sedangkan pendapatan tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp 5,5 triliun dengan laba bersih Rp 911 miliar. Target ini sejalan dengan pemulihan industri yang berlangsung dan juga peningkatan produksi yang dibukukan oleh perseroan pada kuartal pertama.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN