Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Triwulan I 2020, Indika Energy Raih Pendapatan US$ 641,50 Juta

Nabil Alfaruq, Jumat, 29 Mei 2020 | 14:59 WIB

JAKARTA, investor.id — PT Indika Energy Tbk (INDY) memperoleh pendapatan sepanjang kuartal I-2020 sebesar US$ 641,50 juta, perolehan ini menurun 8,45% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencatatkan US$ 700,72 juta.

Manajemen perseroan mengatakan, perolehan pendapatan di kuartal I-2020 terdiri dari total pendapatan kontrak dan jasa yang tercatat US$ 178,66 dibandingkan dengan periode sama tahun 2018 yakni US$ 199,02 juta. Kemudian, total penjualan batubara juga mengalami penurunan menjadi US$ 453,95 juta dari semula US$ 491,29 juta, dan perdagangan lainnya dari pelanggan dalam negeri yang tercatat US$ 8,88 juta dari semula US$ 10,41 juta. 

Beban pokok kontrak dan penjualan diperoleh sejumlah US$ 536,59 juta, turun 7,97% dari kuartal I-2018 yang membukukan US$ 583,08 juta. “Dengan demikian, laba kotor yang kami peroleh di periode 3 bulan pertama turun menjadi US$ 104,91 juta dari semula US$ 117,64 juta,” ujar manajemen perseroan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/5).

Sementara itu, perseroan di kuartal I-2020 mencatatkan rugi sebelum pajak sejumlah US$ 16,80 juta dari laba sebelum pajak periode sama tahun lalu yakni US$ 35,92 juta. Perolehan ini disebabkan oleh tercatatnya beban lain-lain sebesar US$ 31,91 juta dari pendapatan lain-lain bersih tahun sebelumnya yakni US$ 4,98 juta. 

Emiten yang bergerak di sektor pertambangan ini juga membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sejumlah US$ 21,02 juta, dibandingkan dengan triwulan I-2018 yang memperoleh laba bersih sebesar US$ 11,70 juta. Pihaknya juga membukukan rugi per saham dasar sejumlah US$ 0,0040 per saham dari semula US$ 0,0022 per saham.

Secara rinci, total aset perseroan hingga Maret 2020 tercatat sebesar US$ 3,52 miliar, turun 2,49% dari periode 31 Desember 2019 yang tercatat US$ 3,61 miliar. Total liabilitas perseroan turun 1,94% menjadi US$ 2,52 miliar dari semula US$ 2,57 miliar, dan total ekuitas terkoreksi menjadi US$ 999,85 juta dari sebelumnya US$ 1,04 miliar.

Sebelumnya, Indika Energy telah melakukan pembelian kembali (buyback) saham seiring kondisi pasar yang fluktuatif. Adapun dana yang disiapkan untuk pelaksanaan buyback mencapai US$ 20 juta atau sekitar Rp 300 miliar.

Manajemen perseroan menyampaikan, jumlah saham yang telah dibeli kembali tidak melebihi 20% dari jumlah saham yang disetor. Selain itu, setidaknya saham setara 7,5% dari modal disetor tetap harus dimiliki masyarakat.

Dalam melancarkan aksi korporasi ini, perseroan menggunakan dana dari kas internal untuk melakukan pembelian kembali saham. Namun, hal tersebut tidak berdampak secara material terhadap biaya operasional perseroan dan kegiatan usaha perseroan.

Aksi korporasi ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi global yang mengalami perlambatan. Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi juga terjadi di Indonesia, sehingga menekan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga turun 18,5% sejak awal 2020.

Perlambatan tersebut juga berdampak pada harga saham perseroan yang menurun 36,8%, yaitu dari Rp 1.195 per unit pada awal Januari 2020 hingga menjadi Rp 755 pada 7 April 2020. Penurunan harga saham ini dinilai tidak mencerminkan kinerja perseroan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN