Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum pertemuan bilateral yang diadakan di sela-sela pertemuan puncak kelompok G-20 di Osaka, Jepang, pada 29 Juni 2019. AFP / Brendan Smialowski

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum pertemuan bilateral yang diadakan di sela-sela pertemuan puncak kelompok G-20 di Osaka, Jepang, pada 29 Juni 2019. AFP / Brendan Smialowski

Trump: Pembicaraan Dagang September Setelah Tarif Tiongkok Mulai Berlaku

Senin, 2 September 2019 | 07:16 WIB

WASHINGTON, investor.id - Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan perdagangan dengan Beijing masih direncanakan untuk September setelah putaran tarif baru mulai berlaku pada hari Minggu (1/9.2019).

"Kami sedang berbicara dengan Tiongkok, pertemuan pada bulan September, yang belum berubah," kata Trump kepada wartawan pada Minggu di Gedung Putih South House setelah kembali dari Camp David.

Tarif mulai berlaku Minggu  pagi dengan US$ 112 miliar impor Tiongkok. Tarif 15% mencakup berbagai barang konsumen, termasuk semuanya dari jenis pakaian dan sepatu tertentu hingga beberapa barang elektronik konsumen seperti kamera dan komputer desktop.

Beijing telah mulai mengenakan tarif pembalasan pada beberapa barang AS di daftar target US$ 75 miliar.

Putaran lain dari tarif AS untuk impor Tiongkok akan mulai berlaku 15 Desember. Barang yang ditargetkan untuk putaran itu mencakup laptop dan telepon pintar. Secara total, tarif AS pada 1 September dan 15 Desember akan mencapai US$ 300 miliar impor Tiongkok.

Tarif baru bisa menelan biaya rata-rata rumah tangga Amerika US$ 1.000 per tahun, menurut perkiraan JP Morgan. Lebih dari 160 kelompok industri telah menyurati presiden untuk menyuarakan oposisi mereka terhadap tarif.

Trump telah mengecam perusahaan yang menentang kebijakan perdagangannya sebagai "berjalan buruk dan lemah," mengatakan mereka menggunakan tarif sebagai alasan untuk manajemen yang buruk.

Wall Street bergejolak Agustus setelah Trump mengumumkan rencananya untuk memukul tarif impor Tiongkok. S&P 500 membukukan 11 gerakan lebih dari 1% dalam 22 sesi perdagangan untuk Agustus. Pergerakan itu termasuk tiga penurunan setidaknya 2,6% serta hari terburuk indeks pada 5 Agustus.

Investor juga semakin khawatir tentang penurunan ekonomi setelah pasar obligasi melancarkan sinyal resesi pada bulan Agustus yang dikenal sebagai inversi kurva hasil. Saat itulah imbal hasil pada nota Treasury 10-tahun turun di bawah tingkat 2-tahun karena investor melepas sahamnya dan memborong surat utang jangka panjang AS, yang dipandang sebagai safe haven. (gr)

Sumber : CNBC

BAGIKAN