Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor mengunakan ponselnya mengabadikan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Investor mengunakan ponselnya mengabadikan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Tujuh Saham Ini "Auto Reject" Atas, Bandingkan 5 Saham Farmasi Ini "Auto Reject" Bawah

Jumat, 15 Januari 2021 | 15:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Meski aksi ambil untung investor (profit taking) melanda sebagian besar saham hingga berakibat terhadap penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia hingga 54,9 poin (0,85%) menjadi 6.373,41, beberapa saham masih berhasil mencetak keuntungan hingga auto reject atas (ARA).

Berikut beberapa saham dengan kenaikan tertinggi sepanjang akhir pekan ini, yaitu saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) yang listing perdanan hari ini dengan penguatan Rp 70 (35%) menjadi Rp 270, saham PT Metaa Epsi Tbk (MTPS) menguat Rp 36 (34,95%) menjadi Rp 139, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik Rp 1.135 (25%) menjadi Rp 5.675, PT MD Pictures Tbk (FLM) naik Rp 70 (25%) menjadi Rp 350.

Lonjakan harga juga dicetak saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) naik Rp 72 (24,66%) menjadi Rp 364, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat Rp 485 (24,56%) menjadi Rp 2.460, dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) menguat Rp 56 (24,35%) menjadi Rp 286.

Namun hal berbeda dicatatkan mayoritas saham farmasi, seperti PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), dan PT Itama Ranoraya (IRRA) selaku penyedia alat-alat kesehatan, dengan penurunan hingga auto reject bawah (ARA). Kelima saham ini telah mengalami ARA dalam tiga hari berturut-turut.

Sedangkan saham PT Merck Tbk (MERK) hanya menunjukkan penurunan tipis sekitar 1,19%. Sedangkan dua saham farmasi lainnya PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) membukukan kenaikan harga.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN