Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller menghitung lembaran dolar AS di sebuah bank di Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID

Teller menghitung lembaran dolar AS di sebuah bank di Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID

Tunggu Rincian Perdagangan AS-Tiongkok, Pasar Uang Stabil

Gora Kunjana, Selasa, 17 Desember 2019 | 08:28 WIB

NEW YORK, investor.id  - Pasar valuta asing relatif stabil pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan dolar AS sedikit lebih rendah, mengantisipasi perincian lebih lanjut dari perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok.

"Kesepakatan perdagangan ‘fase satu’ antara Washington dan Beijing telah ‘benar-benar selesai’," Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengatakan kepada Fox News Channel pada Senin (16/12/2019), menambahkan bahwa ekspor AS ke Tiongkok akan berlipat ganda berdasarkan perjanjian tersebut.

Kesepakatan itu, yang diumumkan pada Jumat (13/12/2019) setelah lebih dari dua setengah tahun perundingan maju-mundur antara Washington dan Beijing, akan mengurangi beberapa tarif AS untuk barang-barang Tiongkok dengan imbalan pembelian produk-produk pertanian, manufaktur dan energi AS sekitar US$ 200 miliar selama dua tahun ke depan.

Tetapi meskipun delegasi perdagangan Tiongkok menyatakan optimisme tentang kesepakatan itu, beberapa pejabat pemerintah berhati-hati. Kesepakatan itu "adalah pencapaian bertahap, dan tidak berarti bahwa sengketa perdagangan diselesaikan sekali dan untuk semua," kata sumber Reuters di Beijing dengan pengetahuan tentang situasi tersebut.

Perhatian atas masa depan pembicaraan perdagangan mendorong indeks dolar turun 0,15, terakhir di 97,030. Yuan China dan dolar Australia yang sensitif terhadap perdagangan, keduanya turun dari tertinggi empat bulan pekan lalu.

"Investor valas melihat semi-kesimpulan dari kesepakatan 'fase satu' pada 12 Desember dan sangat gembira, tetapi kembali ke meja pada 13 Desember dengan perasaan memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban nyata," kata Stephen Gallo, kepala strategi valuta asing Eropa di BMO Capital Markets.

Euro, yang telah melonjak terhadap dolar pada Jumat (13/12/2019) ke tertinggi empat bulan di 1,1199 dolar menarik kembali sebagian besar kenaikan tersebut, terakhir di 1,1146 dolar, namun naik sedikit selama perjalanan perdagangan Senin.

Yen Jepang, aset safe haven yang diuntungkan dari ketidakpastian pasar, mencapai level terendah dua minggu pada Jumat (13/12/2019). Yen sedikit lebih kuat pada Senin (16/12/2019) untuk perdagangan terakhir diperdagangkan di 109,57 yen per dolar.

Pergerakan diam pada Senin (16/12/2019) mungkin menjadi bukti kehati-hatian investor, “tidak ada yang benar-benar ingin mengambil terlalu banyak posisi besar hingga akhir tahun karena kurangnya likuiditas. Jadi Anda melihat hanya beberapa kelanjutan serta beberapa penyesuaian posisi," kata Charles Tomes, manajer portofolio di Manulife Asset Management

Di tempat lain, sterling tetap didukung oleh harapan bahwa kemenangan pemilihan umum pekan lalu untuk Partai Konservatif Perdana Boris Johnson Inggris akan mengakhiri ketidakpastian jangka pendek Brexit. Pound diperdagangkan terakhir pada 1,335 dolar, menguat 0,19% hari itu.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN