Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah kendaraan melintasi pintu masuk tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.  Foto ilustrasi: Antara/Dedhez Anggara

Sejumlah kendaraan melintasi pintu masuk tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Foto ilustrasi: Antara/Dedhez Anggara

Tuntas, Akuisisi Tol Cipali oleh Astra dan Dana Pensiun Kanada

Jumat, 29 November 2019 | 10:18 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) bersama mitra strategisnya, Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB), menyelesaikan akuisisi 55% saham  PT Lintas Marga Sedaya (LMS), pengelola ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dari PLUS Expressways International Bhd, anak usaha dari UEM Group Bhd. Dengan selesainya proses akuisisi ini, maka saham LMS kini seluruhnya dimiliki oleh Astra Infra 55% dan CPPIB 45%.

Group CEO Astra Infra Djap Tet Fa mengatakan, Astra Infra memiliki hubungan yang sangat baik dengan PLUS Expressways sebagai mitra sebelumnya dalam mengelola jalan tol Cipali. Kini CPPIB masuk sebagai mitra baru perseroan  dalam mengelola jalan tol Cipali.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi Astra Infra untuk dapat bermitra dengan CPPIB yang juga memiliki pengalaman dalam investasi infrastruktur jalan tol di berbagai negara. Bermitra dengan CPPIB merupakan bukti perseroan menjadi partner of choice baik bagi investor dalam negeri maupun luar negeri,” jelas dia dalam keterangan resmi.

Menurut Djap Tet Fa, transaksi ini juga menunjukkan minat investor asing terhadap pembangunan infrastruktur nasional masih cukup tinggi. Investasi tambahan kepemilikan perseroan di ruas tol Cipali merupakan salah satu bentuk komitmen Astra untuk menjadi aset yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Dengan terus memperkuat investasi di tol, perseroan berharap dapat meningkatkan kontribusi dalam tata kelola berbagai keunggulan operasional jalan tol di Indonesia yang lebih baik.

Sebagai informasi, ruas tol Cipali merupakan bagian penting jaringan jalan tol Trans Jawa, mengingat jalan tol sepanjang 116,8 km ini menjadi jalur utama logistik di Pulau Jawa yang menghubungkan daerah Jabodetabek dan Karawang dengan daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain percepatan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional dan nasional, keberadaan jalan tol Cipali ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Saat ini kontribusi Astra Infra di jalur tol Trans Jawa meliputi ruas tol Tangerang-Merak (72,5 km), Cikopo Palimanan (116,8 km), Semarang-Solo (72,6 km), Jombang-Mojokerto (40,5 km), Surabaya-Mojokerto (36,3 km) dan Serpong-Kunciran (11,1 km) yang berada di JORR 2 (Jakarta Outer Ring Road).

Dari sekitar 350 km total panjang jalan tol yang dimiliki Astra Infra, 339 km telah beroperasi dan 11,1 km (tol Serpong-Kunciran) diharapkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2019.

Trafik Tol

Hingga Oktober 2019, trafik tol Astra Infra telah mencapai 87,31 juta kendaraan, meningkat 22% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 71,49 juta kendaraaan. Sebelumnya, Tet Fa menyatakan optimistis, sampai akhir tahun ini trafik tol tersebut mencapai lebih dari 100 juta kendaraan.

“Kami mencatat sejak Trans Jawa beroperasi, ada peningkatan trafik yang sangat besar. Beberapa ruas tol sepertiJ Jombang-Mojokerto peningkatannya hampir 100%,” jelas dia.

Pada divisi infrastruktur dan logistik, Astra secara grup mencatat laba bersih yang meningkat sebesar 38% (year on year) menjadi Rp 155 miliar hingga September 2019. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari jalan tol yang telah beroperasi.

 Pencapaian kinerja tahunan Grup Astra diperkirakan masih akan diuntungkan oleh peningkatan kinerja dari bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Sedangkan tantangan atas konsumsi domestik yang lemah dan harga komoditas yang rendah masih  perlu diwaspadai perseroan.

Selama Januari-September 2019, Astra International membukukan pendapatan sebesar Rp 177,04 triliun, naik 1% dibanding periode sama tahun lalu Rp 174,88 triliun. Sementara laba bersih perseroan turun 7% menjadi Rp 15,86 triliun secara year on year (yoy), dari Rp 17,07 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN