Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) Yuji Ishii (tiga dari kiri), Executive Officer Unicharm Corporation Hirotatsu Shimada, Direktur Sri Haryani, menekan tombol saat pencatatan saham perdana Uni-Charm, disaksikan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) Yuji Ishii (tiga dari kiri), Executive Officer Unicharm Corporation Hirotatsu Shimada, Direktur Sri Haryani, menekan tombol saat pencatatan saham perdana Uni-Charm, disaksikan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Uni-Charm Sisakan Dana IPO Saham Rp 882,02 Miliar

Sabtu, 18 Januari 2020 | 08:37 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) masih menyisakan dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) saham sebesar Rp 882,02 miliar hingga saat ini. Sedangkan dana yang terserap sebesar Rp 274,97 miliar dimanfaatkan sebagian besar untuk membayar utang kepada Uni-Charm Corporation.

Perseroan sebelumnya menggelar IPO sebanyak 831,31 juta saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi yang digelar bulan lalu tersebut berhasil mengimpun dana segar hingga Rp 1,24 triliun

Manajemen Uni-Charm Indonesia menjelaskan, sebagian besar dana hasil IPO saham akan digunakan untuk belanja modal, yaitu sebesar 65% dari total dana hasil IPO yang dihimpun senilai Rp 1,24 triliun.

“Sebesar Rp 752 miliar untuk belanja modal, kemudian untuk modal kerja sebesar 15% atau setara Rp 173,55 miliar, dan pembayaran utang sebesar 20% atau senilai Rp 231,40 miliar,” jelas manajemen perseroan.

Mayoritas belanja modal perseroan digunakan untuk membeli mesin produksi pembalut dan popok dewasa. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, perseroan fokus meningkatkan kapasitas empat pabrik yang dimiliki perseroan berserta anak usaha.

“Untuk produk pembalut wanita, perseroan akan memperkenalkan fasilitas produksi baru khusus untuk produk penggunaan malam hari yang akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi sekitar 10% dari kapasitas terpasang. Perkiraan pembelian adalah di tahun 2020,” jelas manajemen perseroan.

Selain itu, emiten berkode saham UCID ini akan menambah kapasitas produksi untuk produk popok dewasa sekitar 58% dari kapasitas terpasang. Diperkirakan pembelian mesin produksi akan dilakukan pada tahun ini.

Perseroan dan anak usahanya kini telah memiliki empat fasilitas produksi yang berlokasi Karawang, Jawa Barat sebanyak dua dan dua lagi di Mojokerto, Jawa Timur. Kapasitas produksi agregat dari fasilitas produksi perseroan dan perusahaan anak dan tingkat pemanfaatan agregat di semua produk masing-masing sekitar 8.487 juta, 8.745 juta, 8.811 juta, dan 4.406 juta unit produk per tahun, dan 82%, 84%, 77%, dan 80% per 30 Juni 2019.

Hingga September 2019, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp 6,25 triliun, naik 3,3% dibanding periode sama tahun lalu Rp 6,05 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak perseroan mencapai Rp 468,34 miliar, melonjak 141,2% dari Rp 194,16 miliar.

Perseroan juga berencana membagikan dividen sebesar 20% dari jumlah laba bersih setelah pajak dimulai untuk tahun buku 2019, yang pembayarannya dimulai sejak 2020.

Hingga September 2019, total liabilitas perseroan mencapai Rp 4,12 triliun,total ekuitas Rp 3,11 triliun, dan total asset perseroan tercatat sebesar Rp

7,24 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN