Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal.

Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal.

United Tractors Siapkan 'Capex' US$ 450 Juta

Minggu, 19 Januari 2020 | 22:21 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT United Tractors Tbk (UNTR) menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 450 juta tahun ini yang akan digunakan untuk ekspansi usaha.

Investor Relation United Tractors Ari Setiawan mengatakan, dana belanja modal tersebut akan dibagi menjadi beberapa porsi, sebanyak US$ 300 juta akan digunakan untuk Pama Group dan US$ 100 juta akan dipakai untuk tambang emas Martabe. “Sisanya kami akan menggunakannya untuk mesin konstruksi dan Acset,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Adapun untuk sumber belanja modal, Ari menambahkan, akan berasal dari kas internal perseroan. Di sisi lain, United Tractors menargetkan perolehan penjualan alat berat pada 2020 sebanyak 2.900 unit. Target tersebut masih sama dengan target 2019. “Ketika kami membuat target, kami  berasumsi kondisi tahun 2020 tidak banyak perbedaan dengan tahun 2019,” ujar Ari.

Sementara itu, hingga November 2019, penjualan alat berat perseroan tercatat masih didominasi oleh sektor pertambangan yang memperoleh sebesar 42%, disusul konstruksi yang membukukan sebesar 30%, forestry 16%, dan agro 12%. Menurut Ari, penjualan 2020 diperkirakan masih akan sama dengan tahun 2019, yang mana sektor dari pertambangan masih mendominasi. 

Meskipun demikian, jika dibandingkan secara per bulan, penjualan alat berat tersebut hanya memperoleh sebanyak 109 unit, menurun dari bulan-bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh permintaan dari sektor pertambangan dan perkebunan belum mengalami peningkatan, sementara billing penjualan ke sektor forestry belum bisa dilakukan, karena adanya keterlambatan penyiapan alat yang membutuhkan perlengkapan khusus.

Untuk bisa memenuhi target penjualan yang akan dicapai perseroan di tahun 2020, dari sisi strategi perseroan, pihaknya melakukan inisiatif strategi diversifikasi, salah satunya dengan mengakuisisi tambang Martabe. “Kontribusi baru dari tambang emas Martabe dan kinerja Kontraktor Penambangan yang baik diharapkan dapat mengkompensasi penurunan pada segmen usaha lainnya,” ujar Ari.

Adapun sebelumnya, analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, volume penjualan alat berat Komatsu diproyeksikan melanjutkan penuruan tahun 2020. Hal ini karena belum membaiknya harga jual batubara dan adanya larangan ekspor bijih nikel yang akan membuat volume penjualan alat berat Komatsu tahun ini menjadi 2.900 unit.

Meskipun pengembangan infrastruktur dalam negeri oleh pemerintah tetap berlanjut, Stefanus mengatakan, tidak mampu mengimbangi tren penurunan permintaan alat berat sektor pertambangan. Bahkan, volume penjualan alat berat sektor infrastruktur cenderung stagnan tahun ini.

Terkait sumbangan pendapatan dari bisnis kontraktor penambangan batubara, menurutnya, produksi dan pengupasan tanah (overburden removal/OB) diproyeksikan cenderung stabil. Begitu juga dengan volume penjualan batu bara perseroan diproyeksikan cenderung stabil tahun ini.

Hingga November 2019, perseroan telah membukukan volume produksi batu bara sebanyak 120,5 juta ton. Perolehan tersebut sudah sesuai dengan target sepanjang 2019 mencapai 128 juta ton. Sedangkan OB meningkat 2,6% hingga November 2019.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 28 ribu. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sebanyak 9,7 kali.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan penurunan kinerja keuangan perseroan tahun ini. Danareksa Sekuritas menargetkan penurunan laba bersih United Tractors menjadi Rp 10,8 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 11,31 triliun. Sedangkan pendapatan diperkirakan juga turun dari estimasi 2019 sebesar Rp 83,91 triliun menjadi Rp 80,56 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN