Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan LRT di Jakarta, Jumat (24/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan LRT di Jakarta, Jumat (24/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

BEROPERASI PERTENGAHAN 2022

Untuk Proyek LRT Jabodebek, KAI Dapat Tambahan Pinjaman Rp 4,2 Triliun Menjadi Total Rp 23,45 Triliun

Jumat, 18 September 2020 | 13:23 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

Jakarta, investor.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan penandatanganan perjanjian perubahan dan pernyataan kembali atas perjanjian kredit sindikasi, termasuk tambahan pembiayaan depo dan stasiun Light Rail Transit (LRT) Jabodebek sebesar Rp 4,2 triliun. Pinjaman itu merupakan tambahan atas pinjaman sebelumnya pada tahun 2017 sebesar Rp 18,1 triliun untuk kredit investasi dan Rp 1,15 triliun untuk kredit modal kerja. 

Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit ini dilakukan oleh 15 bank sindikasi yang terdiri dari Himbara, BPD, bank swasta nasional, dan bank swasta asing. Adapun bank-bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, PT SMI, Bank DKI, MUFG, Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut, Bank Mega, Bank Permata, Bank BJB, dan Bank Papua.

Mewakili KAI, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo. Sementara dari bank sindikasi diwakili masing-masing direksi atau yang dikuasakan. Penandatanganan juga disaksikan secara virtual oleh pejabat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perhubungan.

“Saya berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak dalam pelaksanaan proyek LRT Jabodebek ini. Dengan dukungan penuh dari perbankan, kami optimistis LRT Jabodebek dapat selesai tepat waktu. LRT Jabodebek akan menjadi andalan baru masyarakat untuk bertransportasi dari kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi, menuju Ibu Kota,” ujar Didiek Hartantyo dalam keterangan yang dirilis Jumat (18/9).

Beroperasi Pertengahan 2022
Didiek menambahkan, penandatanganan itu merupakan bentuk komitmen KAI dan perbankan dalam merampungkan proyek LRT Jabodebek, yang ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022.

"Penandatanganan ini merupakan kolaborasi KAI dan perbankan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Diharapkan, adanya transportasi massal yang dapat diandalkan, akan semakin meningkatkan mobilitas masyarakat dalam beraktivitas, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional nantinya,” ujar Didiek.

Penandatanganan addendum perjanjian tersebut dilakukan di dua tempat, yaitu Gedung Jakarta Railways Center (JRC) dan Kantor Pusat PT KCI dengan metode virtual pada Jumat (18/9), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menunjukkan surat hasil rapid test nonreaktif atau swab test yang negatif.

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 49 Tahun 2017, KAI diberi penugasan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana proyek LRT Jabodebek, mulai dari pembangunan atau pengadaan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan aset sarana dan prasarana, dengan masa konsesi selama 50 tahun sejak ditandatanganinya berita acara beroperasinya LRT Jabodebek. 

Rencananya, LRT Jabodebek akan beroperasi 560 kali perjalanan per hari pada hari kerja, dengan headway rata-rata 3 sampai 6 menit. Untuk mengakomodasi kebutuhan mobilisasi masyarakat, KAI menyediakan 18 stasiun pemberhentian LRT Jabodebek.

Setiap rangkaian LRT Jabodebek terdiri atas enam kereta yang dapat dioperasikan tanpa masinis. LRT Jabodebek diproyeksikan mampu melayani 116.000 pengguna per hari pada awal masa operasinya, dan diharapkan meningkat menjadi 474.000 pengguna per hari pada tahun 2071. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN