Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto Ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto Ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ups! Ada Sekuritas yang Dibekukan BEI, Apa Salah dan Dosanya?

Selasa, 4 Mei 2021 | 10:30 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan aktivitas perdagangan PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia di bursa dan menjatuhkan  sanksi denda sebesar Rp 178 juta. Suspensi  tersebut berlaku mulai Selasa (4/5) hari ini sampai pemberitahuan lebih lanjut. Apa salah dan dosa Dhanawibawa Sekuritas?

Pembekuan aktivitas perdagangan PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia termaktub dalam Pengumuman BEI No. Peng-00023/BEI.ANG/05-2021 yang dikeluarkan hari ini.

Menurut otoritas bursa, hasil pemeriksaan terhadap PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia menunjukkan, nilai modal kerja bersih disesuaikan alias MKBD perusahaan sekuritas bersandi TX  tersebut tidak memenuhi ketentuan nilai minimum  yang dipersyaratkan.

“Berkenaan dengan hal itu, terhitung sejak sesi I perdagangan 4 Mei 2021, PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia tidak diperkenankan melakukan aktivitas perdagangan di Bursa sampai pemberitahuan lebih lanjut dan dikenai sanksi denda sebesar Rp 178 juta,” papar BEI.

Berdasarkan penelusuran Investor Daily, PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek dan perantara pedagang efek. Saham perusahan sekuritas ini dikuasai PT Rejeki Multi Cemerlang (99,99%), sisanya dimiliki PT Anugerah Karya Cemerlang.

Dhanawibawa Sekuritas terdatar di BEI dengan akta nomor 41 pada 28 September 1989. Nilai MKBD terakhirnya adalah Rp 25,11 miliar.

Apa itu MKBD?

MKBD adalah jumlah aset lancar perusahaan efek dikurangi seluruh liabilitas perusahaan efek dan ranking liabilitas, ditambah utang subordinasi, serta penyesuaian lainnya.  Beleid tentang MKBD tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 52/POJK.04/2020 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan MKBD.

Pasal 2 POJK 52 merinci aturan MKBD sebagai berikut:

(1) Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek wajib memiliki MKBD paling sedikit Rp 25 miliar atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum/penawaran umum terbatas ditambah ranking Liabilitas, mana yang lebih tinggi.

(2) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek yang mengadministrasikan rekening efek nasabah wajib memiliki MKBD paling sedikit Rp 25 miliar atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum/penawaran umum terbatas ditambah ranking liabilitas, mana yang lebih tinggi.

(3) Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek yang tidak mengadministrasikan rekening efek nasabah wajib memiliki MKBD paling sedikit Rp 200 juta atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum/penawaran umum terbatas ditambah ranking liabilitias, mana yang lebih tinggi.

(4) Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai manajer investasi (MI) wajib memiliki MKBD paling sedikit Rp 200 juta rupiah ditambah 0,1% dari total dana yang dikelola.

(5) Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek dan MI wajib memiliki MKBD paling sedikit Rp 25 miliar atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum/penawaran umum terbatas ditambah ranking liabilitas, mana yang lebih tinggi, ditambah Rp 200 juta dan 0,1% dari total dana yang dikelola.

(6) Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek yang mengadministrasikan rekening efek nasabah dan MI wajib memiliki MKBD paling sedikit Rp 25 miliar atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum/penawaran umum terbatas ditambah ranking liabilitas, mana yang lebih tinggi, ditambah Rp 200 juta dan 0,1% dari total dana yang dikelola.

(7) Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek yang tidak mengadministrasikan rekening efek nasabah dan MI wajib memiliki MKBD paling sedikit Rp 200 juta atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum/penawaran umum terbatas ditambah ranking liabilitas, mana yang lebih tinggi, ditambah Rp 200 juta dan 0,1% dari total dana yang dikelola.

Ranking liabilitas adalah sejumlah kewajiban kontinjen dan kewajiban off balance sheet yang akan ditambahkan pada liabilitas sebagai faktor risiko dalam penghitungan MKBD, yang nilainya ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu,” jelas OJK.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN