Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Urban Signature, salah satu proyek Urban Jakarta Propertindo. Foto: Perseroan.

Urban Signature, salah satu proyek Urban Jakarta Propertindo. Foto: Perseroan.

Urban Jakarta Propertindo akan Akuisisi Saham Pemegang Proyek TOD

Ghafur Fadillah, Selasa, 25 Februari 2020 | 19:36 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) baru-baru ini berencana mengambil sejumlah 576.878 miliar lembar saham atau 51% saham milik PT Ciptaruang Persada Property (CPP) di PT Jakarta River City.

Manajemen Urban Jakarta Propertindo menjelaskan total nilai rencana transaksi tersebut adalah Rp 633 miliar dengan harga perlembar sebesar Rp 1,09 juta.

Adapun harga tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan nilai pasar wajar saham Jakarta River City pada tanggal 30 September 2019 sebesar Rp 641,29 miliar.

Lebih lanjut perseroan menambahkan rencana akuisisi saham tersebut dilakukan lantaran perseroan melihat peluang potensi yang dimiliki oleh Ciptaruang Persada Property sebagai entitas anak dari Jakarta River City yang merupakan pengembang properti dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan di MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur

“Dengan transaksi tersebut Jakarta River City yang sebelumnya dimiliki oleh Ciptaruang Persada Property berpindah kepemilikan kepada Urban Jakarta Propertindo dan Wijaya Karya Reality,” jelas manajemen dalam keterangan resmi, Selasa (25/2).

Kemudian dalam rencana transaksi tersebut nantinya akan dituangkan dalam suatu perjanjian jual beli bersyarat antara Ciptaruang Persada Property sebagai penjual dan perseroan sebagai pembeli tertanggal 12 Februari 2020 dengan jenis transaksi afilisasi lantaran pemegang saham Urban Jakarta Propertindo yakni Robert Soeharsono memiliki saham di PT Nusa Wijaya Propertindo.

Pada struktur permodalan PT Nusa WIjaya Propertindo menguasai 74,29% saham milik perseroan dan menguasai 99,33% saham Ciptaruang Persada Property.

Demi memuluskan rencana tersebut perseroan kan menggelar RUPS yang akan digelar pada bulan Maret untuk mendapatkan persetujuan para pemegang saham.

Sementara itu langkah yang dilakukan perseroan ini merupakan lanjutan dari proyeksi perseroan pada 2019 lalu yakni dengan menjajaki perusahaan properti yang memiliki proyek di sekitar stasiun Lintas Rel Terpadu (Light Rail Transit/LRT). Direktur Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwadono mengatakan, perusahaan yang akan diakuisisi oleh perseroan memiliki proyek di sekitar Jalan MT Haryono.

"Dana yang disiapkan sekitar Rp 500 miliar untuk akuisisi," kata dia di Jakarta, Senin (25/11).

Paulus menegaskan, pihaknya nanti akan joint dan perseroan akan bertindak sebagai pemegang mayoritas saham. Perusahaan yang akan diakuisisi tersebut memiliki lahan seluas enam hektare.

Lebih lanjut Paulus mengatakan, rencana aksi korporasi ini dilakukan sebagai keseriusan perseroan dalam menggarap hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi langsung dengan transportasi massal. Kendati demikian, Paulus enggan menyebutkan nama perusahaan yang akan diakuisisi oleh perseroan.

"Kami belum bisa sebut nama perusahaannya sekarang," tandasnya.

Untuk tahun depan perseroan akan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 800 miliar yang berasal dari internal dan eksternal. Perseroan mengalokasikan dana capex untuk membiayai akuisisi dan pengembangan proyek yang sudah ada.

"Untuk akuisisi Rp 500 miliar dan sisanya untuk proyek eksisting," tutur Paulus.

Pada tahun 2109 perseroan juga telah menyelesaikan sejumlah akuisisi area-area komersial di proyek-proyek KSO dengan PT Adhi Commuter Properti, yaitu area komersial di proyek Gateway Park dan Urban Signature. Perseroan juga mempertahankan kepemilikan atas area komersial di proyek Urban Sky dan Urban Suites. Dengan demikian, luasan area komersial yang saat ini dikuasai kurang lebih 32 ribu meter persegi.

“Area komersial tersebut selanjutnya akan dikelola sendiri oleh Urban Jakarta melalui anak usahanya, PT Urban Jakarta Komersial,” jelas Paulus.

Saat ini fundamental perusahaan ditopang oleh penjualan di sejumlah proyek, yakni Gateway Park, Urban Signature, dan Urban Sky. Menurut Paulus, pelaksanaan proyek juga membantu menopang neraca keuangan perusahaan. Meskipun total aset perusahaan meningkat dari Rp 1,62 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp 1,77 triliun pada September 2019, namun nilai liabilitas perseroan tetap sebesar Rp 541 miliar. Total ekuitas perusahaan juga tercatat meningkat dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 1,23 triliun.

 “Kondisi itu menunjukkan sehatnya neraca keuangan kami, meskipun neraca aset kami meningkat, namun dampaknya minim terhadap liabilitas,” pungkas Paulus.

Hingga kuartal III-2019, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 306,57 miliar, naik 381% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 63,78 miliar.

“Lonjakan pendapatan perusahaan terutama ditopang penjualan apartemen yang naik lebih dari |ima kali lipat menjadi Rp 249,77 miliar, sehingga penjualan apartemen itu menyumbang 81,47% terhadap total pendapatan perseroan,” ujarnya.

Seiring kenaikan pendapatan tersebut, perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 85,67 miliar atau naik 466% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 15,18 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN