Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) resmi melantai di BEI

PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) resmi melantai di BEI

Usai Listing, Nusa Palapa Gemilang Akuisisi Lahan Sewaan

Rabu, 14 April 2021 | 12:30 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) setelah resmi melantai, menyiapkan ekspansi dengan pembelian lahan diikuti dengan pelunasan sejumlah mesin produksi. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya sewa lahan dan menanggapi meningkatnya permintaan pupuk NPK.

Corporate Secretary Nusa Palapa Gemilang Yudi Kuswinarko menjelaskan, menggunakan dana hasil IPO perseroan akan mengakuisisi lahan yang selama ini disewa oleh perseroan, agar dapat mereduksi pengeluaran.

“Secara jangka panjang akuisisi lahan ini akan berdampak baik bagi laba dan pendapatan perseroan di tahun 2021, karena sudah menggunakan lahan sendiri dan tidak tergantung dengan pemilik lahan yang disewa,” jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (14/4).

PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) resmi melantai di BEI
PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) resmi melantai di BEI

Lebih lanjut, Direktur Utama perseroan Uus Sudianto mengatakan, perseroan merencanakan menggunakan sebanyak 82% hasil dana untuk akusisi lahan, sedangkan sisa dana sebanyak 17% dialokasikan untuk pelunasan pembelian mesin produksi dan pembelian bahan baku produksi.

Untuk diketahui pada aksi ini, perseroan mendapatkan dana segar berjumlah Rp 64,8 miliar dengan melepas sebanyak 648.047.200 saham baru yang merupakan saham biasa atas nama yang seluruhnya merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham atau sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum perdana saham.

Dalam rangka IPO tersebut, perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Adapun, selama masa penawaran umum pada tanggal 31 Maret sampai dengan 7 April 2021, saham PT Nusa Palapa Gemilang Tbk mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor di mana jumlah permintaan yang masuk mengalami oversubscribed hingga sebesar 3,97x dari jumlah total penawaran saham yang ditawarkan dalam IPO.

Uus melanjutkan, melantainya perseroan di BEI telah menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbesar kapasitas pendanaan serta meningkatkan tata kelola perseroan agar menjadi lebih baik. Hal ini sejalan dengan optimisme perseroan bahwa pada tahun ini bisnis perseroan akan terus bertumbuh.

“Hal ini terlihat dari pertumbuhan permintaan pupuk NPK dari perkebunan kelapa sawit sebagai imbas dari membaiknya harga CPO internasional. Secara keseluruhan, pertumbuhan sektor non migas dari industri dasar dan kimia terus meningkat hingga 14,96% sampai dengan kuartal ketiga tahun 2020 yang lalu,” ujarnya.

Ke depannya, pihaknya juga mengatakan, berkomitmen untuk  terus berfokus pada produksi dan peningkatan produksi pupuk NPK karena permintaanya yang masih tergolong tinggi dibanding dengan suplainya. Lebih jauh lagi, perseroan juga berencana untuk mengembangkan jenis pupuk yang dikhususkan kebutuhan kebun-kebun untuk tanah-tanah marginal (yaitu tanah berpasir, tanah gambut, tanah pasang surut) seperti pupuk mikro, pupuk NPK organik dan pupuk NPK Compact.'

“Diharapkan pada akhir tahun 20201 nanti, pendapatan kami meningkat 30% dari tahun 2020, dan laba bersih yang diincar meningkat 4-6%,” kata dia.

Di sisi lain, emiten yang bergerak sebagai produsen pupuk buatan majemuk asal Sidoarjo ini dimulai sejak tahun 2001 sebagai pupuk organik, kemudian pada 2005 mulai memproduksi pupuk hayati/ Pupuk mikrobiologis hingga di tahun 2019-2010.

2005 Perseroan memiliki mesin Granulasi dengan kapasitas 30.000 MT per tahun yang kemudian kapasitasnya meningkat di tahun 2012 terdapat penambahan Line 1 - Steam Granulation dengan kapasitas 50.000 MT per tahun. 

Sementara itu, data terbaru BEI menyebutkan sebanyaj 20 perusahaan sedang dalam prose valuasi untuk mencatatkan sahamnya di BEI. Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan secara rinci, 3 perusahaan yang berasal dari sektor basic materials, 2 perusahaan dari sektor Industri.

Lalu, 1 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, 6 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, 3 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate, 3 Perusahaan dari sektor teknologi; dan terakhir 2 Perusahaan dari sektor Energi.

“Dari jumlah tersebut, terdapat 3 dari 20 perusahaan yang akan melakukan IPO dengan skema berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017,” tegas Nyoman.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 19 perusahaan dalam Pipeline Obligasi/Sukuk yang akan Tercatat di Bursa dengan total target emisi sebesar Rp 19,85 triliun. Tiga perusahaan di antaranya merupakan perusahaan baru yang akan mencatatkan Obligasi/Sukuk perdana dengan nilai target emisi sebesar mencapai Rp 5,1 triliun yang salah satunya adalah anak perusahaan BUMN.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN