Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita

UU Cipta Kerja Beri Angin Segar Pasar Properti

Selasa, 27 Oktober 2020 | 22:56 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Regulasi UU Cipta Kerja menyebutkan bahwa Warga Negara Asing (WNA) diizinkan membeli apartemen dengan status Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS). Kebijkanan ini diyakini dapat memberi angin segar untuk pasar properti.

Analis Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, kebijakan yang diberikan oleh UU Cipta Kerja tersebut memberikan sentimen positif untuk pasar properti dan memberikan peluang menguat hingga akhir tahun.

“Sentimen lainnya yang akan mendukung penguatan sektor properti dan sektor lainnya adalah window dressing dan perkembangan vaksin,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (27/10).

Dengan adanya potensi penguatan tersebut, para investor direkomendasikan untuk memperhatikan saham PT Bumis Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan target harga 1.070, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) target harga 980, PT Alam Suter Realty Tbk (ASRI) target harga 200, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) target harga 496.

Lebih lanjut, saham lainnya yang perlu investor liriki adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) target harga 845, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) target harag 250, PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) target harga 320, dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) target harga 224.

Prospek sektor properti di tahun 2021 juga diproyeksikan memiliki peluang membaik dibandingkan tahun ini, pasalnya di tahun depan diperkirakan ekonomi bisa tumbuh kembali normal, sehingga pasar properti memiliki momentum untuk memperbaiki kinerjanya.

“Ditambah lagi aturan warga negara asing yang bisa memiliki hak utk pembelian apartemen. Ini akan meningkatkan permintaann pasar properti kembali,” ujar dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN