Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT Bumi Resources Minerals Tbk. Foto: IST.

Salah satu proyek PT Bumi Resources Minerals Tbk. Foto: IST.

Volume Penjualan Bumi Resources Stabil

Rabu, 2 September 2020 | 19:46 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjaga penjualan batu bara sebanyak 41,2 juta ton hingga semester I-2020 atau relatif stabil dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sedangkan produksi perseroan mencapai 41 juta ton, naik 5% dari sebelumnya 39,1 juta ton.

Penjualan batu bara Bumi Resources terdiri atas penjualan dari anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 29,5 juta ton dan PT Arutmin Indonesia sebesar 11,6 juta ton. Namun, realisasi rata-ratat harga batu bara yang lebih rendah menggerus keuntungan dan pendapatan Bumi Resources.

Realisasi harga penjualan batu bara hingga Juni 2020 mencapai US$ 46,9 per ton, lebih rendah 12% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 53,2 per ton.

Alhasil, pendapatan Bumi Recources menurun 13% menjadi US$ 1,97 miliar hingga semester I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 2,27 miliar. Kemudian, perseroan membukukan rugi bersih US$ 87,17 juta, berubah dari posisi laba bersih pada semester I-2019 sebesar US$ 80,7 juta.

Director & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, realisasi harga batu bara yang turun tajam dipicu oleh permintaan yang tidak stabil dari Tiongkok, India, dan sebagian besar Asia. Pandemi Covid-19 menjadi faktor utama penyebab ketidakstabilan tersebut.

“Kendati demikian, perseroan masih dapat menghasilkan pendapatan operasi sebesar US$ 132,7 juta, terlepas dari kondisi sektor batu bara saat ini dan pandemi yang masih berlanjut,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (1/9).

Hingga semester I-2020, perseroan mampu menurunkan beban pokok penjualan sebesar 7% menjadi US$ 1,73 miliar dari US$ 1,86 miliar pada semester I-2019.

Sedangkan margin operasi terhadap pendapatan sebesar 6,7% dari posisi sebelumnya 13,1%.

Adapun overburden removal  perseroan naik 11% menjadi 326,6 juta bcm dari periode yang sama tahun lalu sebesar 294,8 juta bcm. Sementara, total inventori batu bara perseroan hingga akhir Juni 2020 sebesar 2,7 juta ton, naik 5% dari sebelumnya sebesar 2,6 juta ton pada semester I-2019.

Menurut Dileep, meskipun ketidakpastian pasar masih membebani harga batu bara dalam jangka pendek, pihaknya optimistis industri batu bara terus berkembang ke depan. Hal ini terutama sebagai dampak perkembangan proyek batu bara sektor hilir secara jangka menengah.

Tahun ini, Bumi Resources tetap mematok target produksi di sekitar 85-89 juta ton. Harga rata-rata penjualan diprediksi US$ 46-49 per ton, sedangkan biaya produksi US$ 32-34 per ton.

Saat ini, perseroan tengah menunggu konfirmasi resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atas perubahan lisensi sewa tambang Arutmin dari perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN