Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Modernland Realty Tbk. Foto: Perseroan.

PT Modernland Realty Tbk. Foto: Perseroan.

Wakil Dirut Modernland Mundur

Kamis, 9 Juli 2020 | 22:38 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk (MDLN) L.H Freddy Chan melayangkan surat pengunduran diri dari jabatannya per 6 Juli 2020. Aksi ini terjadi sehari sebelum keterlambatan pembayaran obligasi, yang disusul pemangkasan peringkat utang perseroan oleh tiga lembaga pemeringkat.

Direktur Utama Modernland Realty William Honoris mengatakan, perseroan akan melaksanakan proses lebih lanjut atas pengunduran diri L.H Freddy Chan selaku wakil direktur utama sesuai anggaran dasar perseroan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Tidak ada dampak dari kejadian tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha emiten,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (9/7).

Sebagai informasi, Freddy bergabung dengan Modernland sebagai direktur keuangan perseroan sejak Juni 2011. Pengunduran diri tersebut terjadi sehari sebelum perseroan menunda pembayaran pokok obligasi sebesar Rp 150 miliar yang jatuh tempo pada 7 Juli 2020. Surat utang itu adalah obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2015 seri B. Adapun, tenornya selama lima tahun dengan tingkat kupon 12,5% per tahun.

L.H Freddy Chan.
L.H Freddy Chan.

Pada 7 Juli, Moody’s Investor Services juga menurunkan peringkat Modernland menjadi Ca dari Caa1 dengan proyeksi negatif. Peringkat itu berlaku bagi obligasi tanpa jaminan yang diterbitkan oleh JGC Ventures Pte. Ltd. dengan tenor 2021 dan obligasi yang dikeluarkan oleh Modernland Overseas Pte Ltd dengan tenor 2024.

Moody’s Vice President and Senior Credit Officer Jacintha Poh mengatakan, penurunan peringkat Modernland mencerminkan ekspektasi terhadap gagal bayar obligasi, termasuk potensi restrukturisasi utang karena melemahnya arus kas operasi dan likuiditas yang dihasilkan perseroan. “Prospek negatif mencerminkan ketidakpastian untuk seluruh obligasi senilai total US$390 juta dengan kemungkinan default,” kata dia.

Pada saat yang sama, Fitch Ratings menurunkan peringkat Modernland menjadi C dari CCC-. Peringkat yang sama ditambah dengan recovery rating RR4 juga disematkan terhadap obligasi global yang akan jatuh tempo pada 2021 dan 2024.

“Kami percaya perusahaan akan menggunakan periode pemulihan untuk negosiasi restrukturisasi obligasi Rp 150 miliar. Restrukturisasi utang juga bisa menyebar luas ke obligasi global karena ada klausul cross-default dalam dokumentasi notes 2021 dan 2024,” tulis Fitch.

Sebelumnya, analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Yogie Perdana menegaskan, dengan penundaan pembayaran pokok obligasi yang jatuh tempo, maka peringkat Modernland dan obligasinya akan kembali diturunkan. “Peringkat diturunkan ke D atau Default,” kata dia.

Selain harus membayar pokok obligasi yang jatuh tempo, tahun ini Modernland juga menghadapi utang-utang lainnya. Perseroan harus membayar bunga obligasi global senilai US$ 8 juta atau sekitar Rp 120 miliar pada 30 Agustus 2020. Bunga tersebut adalah bunga guaranteed senior notes yang jatuh tempo pada 2021 senilai US$ 150 juta.

Lalu, perseroan juga harus membayar bunga sebesar US$ 8,3 juta atau setara Rp 123 miliar pada 13 Oktober 2020 atas bunga guaranteed senior notes yang jatuh tempo pada 2021 senilai US$ 240 juta. Secara rinci, global bond senilai US$ 150 juta memiliki bunga 10,75% per tahun. Sedangkan, untuk global bond senilai US$ 240 juta, bunganya sebesar 6,95% per tahun.

Yogie mengungkapkan, Modernland tidak memiliki kas yang memadai, yang akan membuat perusahaan sangat bergantung pada dana eksternal untuk menyelesaikan kewajiban keuangan di tengah lingkungan operasi yang sulit akibat pandemi Covid-19.

“Pandemi ini telah sangat memberatkan kondisi operasi Modernland, karena penjualan lahan industri untuk sementara waktu tertunda dan koleksi cicilan kas dari penjualan sebelumnya sedang di bawah tekanan karena kapasitas pembeli untuk membayar terganggu,” jelas Yogie.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN