Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Wall Street Bervariasi, Nasdaq Bukukan Rekor Tertinggi

Gora Kunjana, Jumat, 24 Januari 2020 | 07:53 WIB

NEW YORK, investor.id - Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) dengan Indeks S&P 500 sedikit lebih tinggi dan Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi dibantu oleh lompatan di Netflix, sementara berita tentang wabah Virus Korona yang menyebar dari Tiongkok dan hasil laba yang beragam mengendalikan pasar.

Indeks S&P dan Nasdaq keduanya diperdagangkan turun sebelum berita di akhir sesi bahwa Gilead Sciences Inc menilai obat Ebola eksperimentalnya sebagai pengobatan yang mungkin untuk virus. Indeks Dow Jones berakhir sedikit lebih rendah.

Bahkan ketika para pejabat kesehatan di Tiongkok mengisolasi jutaan orang dalam upaya mengendalikan wabah Virus Korona, yang sejauh ini telah merenggut 18 nyawa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan "agak terlalu dini" untuk menyatakan darurat kesehatan global .

"Virus ini, jika bukan diversi (pengalihan), itu adalah sesuatu yang akan dimanfaatkan oleh para pedagang," kata Kepala Eksekutif Horizon Investment Services, Chuck Carlson di Hammond, Indiana. "Itu penting, tetapi itu masalah untuk bagian dari pasar, bukan dengan investor yang melihat melewati 24 jam ke depan."

Wabah telah menekan pasar ekuitas global, ketika jutaan orang Tiongkok sedang bersiap untuk melakukan perjalanan untuk Tahun Baru Imlek, yang dimulai Sabtu (25/1/2020).

Musim pelaporan kuartal keempat semakin menguat, dengan para analis sekarang memperkirakan laba kuartal keempat mengalami kontraksi sebesar 0,7% dari setahun lalu. Dari 74 perusahaan dalam S&P 500 yang telah membukukan hasil, 67,6% telah mengalahkan ekspektasi konsensus, menurut data Refinitiv.

"Hari ini kami mendapatkan situasi di mana kami memiliki pasar yang datar, yang akan menunjukkan bahwa pasar merasa nyaman dengan laba dan bahwa ekspektasi telah meningkat mengingat reli memasuki musim laba," kata Carlson.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 26,18 poin atau 0,09%, menjadi berakhir di 29.160,09 poin. Indeks S&P 500 bertambah 3,79 poin atau 0,11%, menjadi ditutup pada 3.325,54 poin. Indeks Komposit Nasdaq menambahkan 18,71 poin atau 0,2% menjadi berakhir di 9.402,48 poin.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam sektor ditutup di zona merah. Sektor perawatan kesehatan mencatat penurunan persentase terbesar, sedangkan industri menikmati keuntungan terbesar.

Tokoh asuransi Travelers Cos Inc melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, dengan keuntungan underwriting tiga kali lipat dan kerugian akibat bencana jatuh. Namun demikian, saham perusahaan turun 5,1%, dan merupakan hambatan terbesar pada saham unggulan Dow.

Comcast Corp mengalahkan estimasi Wall Street tetapi kehilangan lebih banyak pelanggan dari yang diperkirakan analis, mengirim sahamnya jatuh 3,8%.

Hasil Freeport-McMoRan juga datang di atas harapan, tetapi investor fokus pada penurunan perusahaan pertambangan dalam produksi di Indonesia, sehingga sahamnya turun 2,8%.

Di antara top gainer, Union Pacific Corp terangkat 3,5% setelah operator kereta api itu mengatakan pakta perdagangan AS-Tiongkok Tahap 1 harus membalikkan volumenya yang merosot.

Netflix melonjak 7,2%, rebound dari kerugian yang dipicu oleh perkiraan mengecewakan awal pekan ini.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 7,52 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,87 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA