Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga berjalan melintasi gedung bursa New York Stock Exchange (NYSE) pada 16 September 2019 di New York City, Amerika Serikat (AS). Indeks Dow turun lebih dari 130 poin karena investor bereaksi terhadap serangan drone pada akhir pekan di ladang minyak Saudi dan aksi mogok serikat pekerja otomotif di General Motors. (Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP)

Warga berjalan melintasi gedung bursa New York Stock Exchange (NYSE) pada 16 September 2019 di New York City, Amerika Serikat (AS). Indeks Dow turun lebih dari 130 poin karena investor bereaksi terhadap serangan drone pada akhir pekan di ladang minyak Saudi dan aksi mogok serikat pekerja otomotif di General Motors. (Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP)

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Sejumlah Data Ekonomi

Gora Kunjana, Jumat, 20 September 2019 | 07:33 WIB

NEW YORK, investor.id - Saham-saham di bursa Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah sejumlah data ekonomi utama terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 52,29 poin atau 0,19% menjadi ditutup di 27.094,79. Indeks S&P 500 meningkat 0,06 poin atau 0,002% menjadi berakhir di 3.006,79 poin. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 5,49 poin atau 0,07%, menjadi 8.182,88.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi pada penutupan, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,47%, memimpin keuntungan. Sementara sektor industri berkurang 0,49%, menjadi kelompok berkinerja terburuk.

Dalam pekan yang berakhir 14 September, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK tercatat 208.000, naik 2.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (19/9/2019).

Para ekonomi yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru akan mencapai total 215.000 yang disesuaikan secara musiman.

Total penjualan existing-home (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales/rumah bekas) di AS, naik 1,3% dari Juli ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,49 juta pada Agustus, menurut National Association of Realtors. Angkat tersebut mengalahkan konsensus pasar. 

Wall Street juga terus mencerna keputusan Federal Reserve terbaru tentang suku bunga. Bank sentral AS pada Rabu (19/9/2019) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin di tengah meningkatnya risiko dari ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global menyusul penurunan suku bunga pada Juli yang merupakan yang pertama dalam lebih dari satu dekade.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA