Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Ragu akan Kesepakatan Dagang

Gora Kunjana, Kamis, 14 November 2019 | 07:54 WIB

NEW YORK, investor.id –Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Wall Street membukukan rekor penutupan tertinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), dibantu oleh lompatan besar di saham Walt Disney, tetapi Nasdaq jatuh karena saham tetap diimbangi oleh ketidakpastian baru atas hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS)-Tiongkok.

The Wall Street Journal melaporkan selama sesi bahwa perdagangan AS-Tiongkok telah terganjal pembelian produk pertanian, perkembangan terakhir dalam perselisihan antara kedua Negara yang telah mengguncang pasar selama lebih dari setahun.

Ketiga indeks pada Wall Street semuanya melayang lebih tinggi pada hari sebelumnya setelah Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral AS melihat “ekspansi berkelanjutan” ke depan untuk ekonomi Negara itu.

Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell. ( Foto: Win McNamee/Getty Images/AFP )
Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell. ( Foto: Win McNamee/Getty Images/AFP )

Saham baru-baru ini naik ke level rekor, dipicu oleh penurunan suku bunga Fed, pendapatan kuartal ketiga melebihi ekspektasi dan tanda-tanda ekonomi sudah mencapai posisi terbawahnya. Tetapi pertanyaan tentang perjanjian awal untuk membantu menyelesaikan sengketa perdagangan AS-Tiongkok tetap menjadi kunci utama.

“Ini masih tentang Tiongkok dan investor yang mencoba memutuskan apakah aka nada kesepakatan atau tidak,” kata Rick Mecker, mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.

“Itu benar-benar membuat investor tidak pasti,” kata Meckler. “Mereka tidak ingin menjual ke kemungkinan kesepakatan yang diumumkan, tetapi mereka juga tidak ingin dikalahkan, sekali lagi beberapa kekecewaan atas hal itu.”

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 92,1 poin atau 0,33%, menjadi berakhir di 27.783,59. Indeks S&P 500 bertambah 2,2 poin atau 0,07%, menjadi ditutup di 3.094,04 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,99 poin atau 0,05%, menjadi 8.82,10 poin.

Di antara sektor S&P 500, kelompok-kelompok yang secara tradisional defensif seperti utilitas, real estat, dan kebutuhan pokok konsumen berakhir dengan positif, sementara sektor siklis, seperti keuangan, energi dan material yang dikenal untuk melacak kesehatan ekonomi, tertinggal.

“Kepemimpinan hari ini defensive,” kata Mona Mahajan, ahli strategi investasi AS di Allianz Global Investors.

Investor juga memperhatikan perkembangan geopolitik, termasuk audiensi pemakzulan presidan di AS dan protes di Hong Kong.

Walt Disney World. Foto: Walt Disney World.
Walt Disney World. Foto: Walt Disney World.

Saham Walt Disney Co melonjak 7,3% setelah perusahaan media mengatakan layanan streaming baru, Disney+, telah mencapai 10 juta sejak diluncurkan pada hari sebelumnya. Saham Disney memberikan dorongan terbesar bagi Dow dan S&P 500.

Saham saingannya streaming Netflix Inc merosot 3,0%.

Sekita tiga perempat dan perusahaan S&P 500 telah melampaui estimasi laba dalam laporan kuartal ketiga mereka, tetapi perusahaan masih diperkirakan membukukan penurunanlaba keseluruhan 0,5%, menurut data Refinitiv.

Sekitar 6,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, secara kasar sejalan dengan rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA