Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
wall street.

wall street.

Wall Street Ditutup Bervariasi Setelah Fed Pangkas Suku Bunga

Gora Kunjana, Kamis, 19 September 2019 | 07:36 WIB

NEW YORK, investor.id - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve (Fed) memangkas suku bunga acuannya untuk kali kedua tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 36,28 poin atau 0,13% menjadi ditutup di 27.147,08, seperti dilansir Antara. Indeks S&P 500 bertambah 1,03 poin atau 0,03% menjadi berakhir di 3.006,73 poin. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq turun 8,62 poin atau 0,11%, menjadi 8.177,39.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar bel penutupan, dengan sektor utilitas dan keuangan masing-masing naik 0,47% dan 0,43%, memimpin kenaikan. Namun sektor energi, turun 0,42%, menjadi kelompok berkinerja terburuk.

Federal Reserve pada Rabu waktu setempat menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global, menyusul penurunan suku bunga pada Juli yang merupakan yang pertama dalam lebih dari satu dekade.

“Ketika Komite merenungkan jalur masa depan kisaran target untuk suku bunga dana federal, Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi,” Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan sulu bunga Fed, mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.

Langkah penurunan suku bunga sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun the Fed gagal memberi sinyal apakan akan menurunkan suku bunga lagi akhir tahun ini, mengecewakan para pedagang, demikian catatan para ahli.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA