Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Wall Street Jatuh di Tengah Pidato Powel dan Data Ekonomi Suram

Gora Kunjana, Rabu, 9 Oktober 2019 | 07:59 WIB

NEW YORK, investor.id – Saham-saham di Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mencerna pidato terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan sejumlah data ekonomi yang suram.

Indeks Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 313,98 poin atau 1,19%, menjadi berakhir di 26.164,04. Indeks S&P 500 turun 45,73 poin atau 1,56%, menjadi ditutup di 2.893,06 poin.

Indeks Komposit Nasdaq ditutup jatuh 132,52 poin atau 1,67%, menjadi 7.823,78 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor keuangan jatuh 2,02%, merupakan kelompok berkinerja terburuk.

Bank sentral AS akan mulai memperluas neraca lagi, Powell mengatakan Selasa (8/10/2019) pada pertemuan tahunan National Association for Business Economics (Asosiasi Nasional untuk bisnis Ekonomi).

Adapun kebijakan moneter ke depan, Powell mengatakan “kebijakan tidak pada jalur yang telah ditentukan” dan The Fed akan “bertindak sewajarnya untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.”

Di sisi ekonomi, indeks harga produsen (PPI) AS,k yang mengukur inflasi sebelum mencapai konsumen, turun 0,3% pada September, menandai penurunan terbesar dalam 8 bulan, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Selasa (8/10/2019).

Sementara itu, optimism di kalangan pemilik usaha kecil AS melemah pada September terutama karena dampak dari tariff dan ketidakpastian tentang ekonomi masa depan, menurut laporan dari Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB).

Indeks Optimisme Usaha Kecil NFIB tercatat 101,8 pada September, turun 1,3 poin dari 103,1 pada Agustus, kata laporan itu.

Sebuah kebingunan dari data mengecewakan AS yang baru dirilis meningkatkan harapan untuk kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga akhir bulan ini lebih dari 80%, menurut alat FedWatch CME Group pada Selasa sore (8/10/2019).

Wall Street juga dengan hati-hati menunggu putaran baru pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok, yang akan dimulai akhir pekan ini.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA