Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele

Wall Street Liar, Nasdaq Anjlok 2,28%

Rabu, 26 Januari 2022 | 07:36 WIB
S.R Listyorini

NEW YORK, Investor.id – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dengan pergerakan yang liar. Saham teknologi yang sensitif suku bunga turun tajam karena ketidakpastian menjelang pertemuan Bank Sentral AS (FOMC) dan mengirim Nasdaq Composite anjlok 2,28%.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 66,77 poin atau 0,19%, menjadi34.297,73 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 53,68 poin atau 1,22% menjadi 4.356,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 315,83 poin atau 2,28%menjadi ditutup di 13.539,30 poin.

Dalam pola yang mirip dengan Senin (24/1/2022), saham AS bergerak antara penurunan tajam dan kenaikan moderat. "Saham floating (mengambang) di sepanjang garis 10%yang berubah-ubahi, dan investor bertanya. 'Apakah sudah waktunya untuk melindungi modal saya dengan menjual atau sudah waktunya untuk membeli penurunan?'," kata Manajer Portofolio Senior GLOBALT, Tom Martin, di Atlanta.

Indeks Volatilitas Pasar CBOE ditutup pada level tertinggi sejak 29 Januari 2021.

Anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berkumpul pada Selasa (25/1/2022) untuk pertemuan kebijakan moneter dua hari mereka. Pelaku pasar pada Rabu akan mencermati pernyataan pada kesimpulan pertemuan, bersama dengan sesi tanya jawab Ketua Fed Jerome Powell berikutnya, untuk kejelasan mengenai garis waktu bank sentral untuk menaikkan suku bunga utama guna memerangi inflasi.

"Tentu saja, data ekonomi akhir-akhir ini menunjukkan beberapa pelemahan," tambah Martin. "Anda akan berpikir mungkin ada pesan yang lebih dovish dari The Fed."

Ketegangan geopolitik menambah ketidakpastian investor, dengan NATO menempatkan pasukan dalam siaga dan Amerika Serikat menempatkan pasukan dalam siaga tinggi guna menanggapi penumpukan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina.

Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah di tengah kekhawatiran atas pengetatan pasokan, yang pada gilirannya memberi perusahaan energi dorongan yang kuat.

Energi adalah pencetak keuntungan teratas di antara 11 sektor utama di S&P 500, dengan saham teknologi mengalami penurunan persentase terbesar.

Laporan Keuangan

Musim pelaporan keuangan perusahaan kuartal keempat berjalan lancar, dengan 79 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 81 persen telah memberikan hasil yang lebih baik dari perkiraan, menurut Refinitiv. Tetapi ada kegagalan penting, seperti Netflix.

Analis sekarang memperkirakan agregat pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan S&P 500 sebesar 24,1 persen untuk periode Oktober-Desember, menurut Refinitiv.

General Electric anjlok 6% setelah konglomerat industri itu, terbebani oleh gangguan pasokan global, melaporkan penurunan pendapatan kuartalannya.

IBM melonjak 5,7% setelah raksasa teknologi informasi itu mengalahkan perkiraan hasil kuartalan Wall Street karena kekuatan di bisnis cloud dan konsultasinya.

American Express melampaui estimasi laba kuartal keempat, membuat saham perusahaan kredit konsumen itu melonjak 8,9%, sementara Johnson & Johnson naik 2,9% setelah melaporkan mereka memperkirakan lonjakan penjualan vaksin 46% pada 2022.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 13,13 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,23 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN