Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wall Street. Foto: wsj.com

Wall Street. Foto: wsj.com

Wall Street Menguat Setelah Catat Hari Terburuk dalam Tiga Bulan

Gora Kunjana, Rabu, 29 Januari 2020 | 08:14 WIB

NEW YORK, investor.id - Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah mengalami hari terburuk dalam lebih dari tiga bulan menyusul kejatuhan besar-besaran akibat aksi jual tajam sesi sebelumnya dipicu ketakutan virus corona di Tiongkok.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 187,05 poin atau 0,66%, menjadi ditutup di 28.722,85 poin.

Sementara, Indeks S&P 500 naik 32,61 poin atau 1,01%, menjadi berakhir di 3.276,24 poin  dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 130,37 poin atau 1,43%, menjadi 9.269,68 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor teknologi dan keuangan masing-masing naik 1,75% dan 1,34%, melampaui sektor lainnya.

Di sisi data, indeks kepercayaan konsumen AS berdiri di 131,6 pada Januari, naik dari 128,2 pada Desember, didorong oleh penilaian yang lebih positif pasar kerja saat ini dan meningkatnya optimisme tentang prospek pekerjaan di masa depan, The Conference Board yang berbasis di New York mengatakan pada Selasa (28/1/2020).

Pesanan untuk barang tahan lama di Amerika Serikat juga meningkat 2,4% pada Desember, didorong oleh kenaikan tajam dalam pengeluaran pertahanan, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa (28/1/2020). Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan penurunan 0,3% dalam pesanan untuk barang tahan lama.

Wall Street juga memperhatikan hasil laba kuartalan perusahaan-perusahaan. Dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan sejauh ini, sekitar 67% telah membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan, menurut FactSet.

Pergerakan pasar Selasa (28/1/2020) menyusul kemunduran besar-besaran di sesi sebelumnya, dengan indeks Dow menyerah 1,57%, S&P 500 turun 1,57% dan Komposit Nasdaq jatuh 1,89%.

Kejatuhan tersebut terjadi, ketika Tiongkok memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek karena wabah virus corona yang mematikan, memicu kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari upaya penahanan penyebaran virus di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA