Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Wall Street Naik Ditopang Data Pekerjaan Kuat dan Harapan Perdagangan

Gora Kunjana, Sabtu, 7 Desember 2019 | 08:20 WIB

NEW YORK, investor.id - Wall Street naik tajam pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena laporan pekerjaan yang kuat dan optimisme tentang negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan China menjelang tenggat waktu mendatang membantu memicu selera risiko investor.

Ketiga indeks acuan saham utama Amerika Serikat menguat, melayang satu persen dari rekor tertinggi yang ditetapkan minggu lalu.

Tetapi karena satu minggu penuh gejolak berita perdagangan yang kontradiktif dan data ekonomi beragam berakhir, hanya Indeks S&P 500 yang membukukan kenaikan mingguan. Indeks Dow Jones dan Nasdaq mengakhiri sesi turun dari penutupan Jumat lalu (29/11/2019).

Ekonomi Amerika Serikat menambahkan 266.000 pekerjaan pada November, kenaikan terbesar dalam 10 bulan, menurut Departemen Tenaga Kerja, yang melampaui perkiraan para analis sebelumnya. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,5%.

"Jenis laporan ini menunjukkan kekuatan ekonomi yang mendasarinya, dan memberikan kepercayaan manajemen perusahaan pada kekuatan ekonomi," kata Kepala Strategi Investasi di Inverness Counsel, Tim Ghriskey, di New York. "Terutama karena (negosiasi perdagangan), ada banyak ketidakpastian dengan manajemen."

Mengenai perdagangan, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa sementara 15 Desember tetap menjadi tanggal ketika putaran tarif berikutnya untuk barang-barang Tiongkok akan berlaku, "Kenyataannya adalah pembicaraan yang konstruktif, hampir setiap hari pembicaraan; kita sebenarnya dekat."

"Anda memiliki dua negosiator yang sangat tangguh dan banyak masalah sulit yang harus disepakati," tambah Ghriskey. "Tapi, berdasarkan apa yang kami dengar dari sumber yang serius, tampaknya kita akan melihat semacam kesepakatan dagang."

Imbal hasil AS naik setelah laporan ketenagakerjaan yang kuat, dan saham-saham bank mengalami hari terbaik dalam lebih dari sebulan, terangkat 1,6%.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 337,27 poin atau 1,22% menjadi berakhir di 28.015,06 poin. Indeks S&P 500 meningkat 28,48 poin atau 0,91 % menjadi ditutup di 3.145,91 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir bertambah 85,83 poin atau 1,00%, menjadi 8.656,53 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semua kecuali utilitas ditutup di wilayah positif, dengan energi, keuangan dan industri yang sensitif terhadap perdagangan menikmati persentase kenaikan terbesar.

Saham-saham energi didukung oleh kenaikan 1,1 % pada harga minyak mentah, menyusul kesepakatan antara OPEC dan sekutunya untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga 2020.

Sektor industrial mengalami hari terbaiknya dalam sebulan, meningkat 1,3%.

Komentar Kudlow juga mengangkat saham-saham unggulan yang rentan terhadap tarif, mengirimkan indeks Philadelphia Semiconductor naik 1,6%.

Saham pengecer kosmetik Ulta Beauty Inc melonjak 11,1%, menjadi pemain terbaik di S&P 500, setelah mengalahkan ekspektasi laba kuartalan.

Tesla Inc menguat 1,7 % setelah mengungkapkan akan menerima subsidi negara untuk mobil Model 3 yang dibuat di Tiongkok.

3M Co terangkat 4,3%, setelah Bloomberg melaporkan perusahaan sedang menjajaki penjualan bisnis sistem pengiriman obat, yang bisa menghasilkan sekitar US$ 1 miliar.

Volume transaksi di bursa saham Amerika Serikat mencapai 6,64 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,65 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA