Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wall Street. Foto: wsj.com

Wall Street. Foto: wsj.com

Wall Street Naik, Investor Tunggu Turunnya Bunga The Fed

Gora Kunjana, Rabu, 18 September 2019 | 07:08 WIB

NEW YORK, investor.id - Saham-saham di Wall Street membukukan kenaikan moderat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah pertemuan kebijakan moneter utama Federal Reserve (Fed) dan sejumlah data ekonomi menyusul serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi akhir pekan lalu.  

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 33,98 poin atau 0,13% menjadi ditutup di 27.110,80, sebut Xinhua seperti dilansir Antara. Sedangkan Indeks S&P 500 bertambah  7,74 poin atau 0,26% menjadi berakhir di 3.005,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 32,47 poin atau 0,40%, menjadi 8.186,02.
 
Sembilan dari 11 sektor utama  S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar bel penutupan, dengan sektor real estat dan utilitas masing-masing naik 1,4% dan 0,89%, memimpin kenaikan. Namun sektor energi, turun 1,52%, menjadi kelompok berkinerja terburuk.   

Wall Street berakhir lebih tinggi karena dampak serangan akhir pekan terhadap kilang minyak terbesar Arab Saudi memudar dan investor menunggu penurunan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan pada Rabu waktu setempat.

Pertemuan kebijakn moneter September Federal Reserve AS dimulai pada Selasa (17/9/2019) dan bank sentrak diperkirakan akan mengumumkan keputusan terbaru tentang suku bunga pada Rabu (18/9/2019) waktu setempat. Pasar bertaruh tinggi pada langkah penurunan suku bunga lebih lanjut.

“Pemotongan suku bunga yang kami perkirakan pada kuartal keempat mencerminkan keyakinan kami bahwa lapangan kerja akan terus melambat, konsumsi juga akan memudar dan arus lintas global akan terus berlanjut,” kata kepala Ekonom FTN Financial Chris Low dalam sebuah catatan.

Di sisi ekonomi, produksi industry AS naik 0,6% pada Agustus setelah turun 0,1% pada Juli, Federal Reserve melaporkan pada Selasa (17/9/2019). Wall Street memperkirakan kenaikan 0,4%, menurut survey MarketWatch. Demikian laporan Xinhua.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA