Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Suasana di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 5 Agustus 2019 di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). AFP / Johannes EISELE

Wall Street Naik Tipis, Investor Pantau Perang Dagang AS-Tiongkok

Gora Kunjana, Selasa, 19 November 2019 | 08:24 WIB

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham utama Wall Street sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah ditutup para rekor tertinggi pada Jumat (15/11/2019), karena investor mencerna berita utama beragam tentang hubungan perdagangan AS-Tiongkok.

Pasar tampaknya menyambut Washington yang memberikan perpanjangan bagi perusahaan –perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Huawei, ketika pembuat peralatan telekomunikasi Tiongkok itu dimasukkan ke dalam daftar hitam AS pada Mei.

Tetapi para investor juga mempertimbangkan laporan CNBC mengutip sumber pemerintah Tiongkok yang mengatakan bahwa suasana di Beijing tentang kesepakatan perdagangan adalah pesimistis karena keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif.

Ini setelah media Pemerintah Tiongkok mengatakan pada Sabtu (16/11/2019) bahwa kedua pihak telah mengadakan pembicaraan perdagangan “konstruktif” beberapa hari setelah Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan mereka hampir mencapai kesepalatan.

“Kami terus diberi tahu bahwa kami memiliki kesepakatan ini dan belum difinalisasi dan kemudian Anda mendapatkan laporan ini kea rah lain,” kata Kepala Stratgei Pasar Jones Trading, Michael O’Rourke di Stamford, Connecticut. “Investor bersabar karena mereka tidak ingin mengejar tertinggi baru terlalu jauh sampai mereka memiliki kejelasan terntang perdagangan,” katanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 31,33 poin atau 0,11%, menjadi ditutup di 28.036,22 poin. Indeks S&P 500 bertambah 1,57 poin atau 0,05% menjadi berakhir pada 3.122,03 poin. Indeks Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 9,11 poin atau 0,11%, menjadi 8.549,94 poin.

Tujuh dari 11 sektor S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi dengan saham-saham defensive seperti utilitas, real estat, dan kebutuhan pokok konsumen, juga dikenal sebagai proxy obligasi karena hasil dividen yang tinggi, memimpin persentase kenaikan.

Sektor energi mencatat kerugian saham persentase terbesar yang turun 1,32% karena harga minyak jatuh.

Pekan ini, investor akan mengalihkan perhatian mereka ke risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve (Fed) di mana bank sentral emmangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini. Juga di depan addalah hasil dari pengecer AS termasuk Home Depot Inc, Kohl’s Corp dan Target Corp.

Saham HP Inc turun 1,51% setelah perusahaan menolak tawaran US$ 33,5 miliar dari Xerox Holdings Corp dan mengatakan pihaknya terbuka untuk menjajaki tawaran untuk yang terakhir.

Coty Inc naik 2,18% setelah pembuat kosmetik mengatakan akan membayar US$600 juta untuk saham mayoritas di bisnis make-up dan perawatan kulit Kylie Jenner.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA