Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Waskita Beton Berharap di 2020

Parluhutan Situmorang, Kamis, 5 Desember 2019 | 03:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sepanjang tahun 2019 diproyeksikan di bawah realisasi tahun 2018, menyusul rendahnya pencapaian kinerja operasional dan keuangan hingga September 2019. Namun demikian kinerja keuangan perseroan diharapkan kembali pulih tahun 2020.

Danareksa Sekuritas memangkas target kinerja keuangan perseroan tahun 2019 dan 2020. Perkiraaan pendapatan perseroan tahun 2019 direvisi turun dari Rp 8,95 triliun menjadi Rp 7,51 triliun, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 8 triliun. Proyeksi laba bersih juga dipangkas tahun ini dari Rp 1,18 triliun menjadi Rp 776 miliar, dibandingkan raihan tahun lalu senilai Rp 776 miliar.

Adapun, target kontrak baru direvisi turun dari Rp 9,99 triliun menjadi Rp 6,99 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan perseroan tahun 2020 direvisi turun dari Rp 10,29 triliun menjadi Rp 8,88 triliun. Sedangkan perkiraan laba bersih dipangkas dari Rp 1,33 triliun menjadi Rp 899 miliar. Pemangkasan target kinerja keuangan sejalan dengan penurunan proyeksi kontrak baru perseroan tahun 2020 dari Rp 10,99 triliun menjadi Rp 10,49 triliun.

Sedangkan manajemen Waskita Beton menargetkan kontrak baru mencapai Rp 7 triliun tahun ini. Begitu juga dengan pendapatan dan laba bersih diharapkan masing-masing RP 7,6 triliun dan RP 882 miliar. Sedangkan target kontrak baru tahun 2020 diperkirakan melonjak menjadi Rp 12 triliun yang diharapkan berimplikasi terhadap kenaikan pendapatan dan laba bersih masing-masing menjadi Rp 10 triliun dan Rp 1,1 triliun.

“Kami memperkirakan laba bersih perseroan bakal turun berkisar 30% tahun ini, seiring rendahnya pertambahan kontrak baru, penurunan margin keuntungan, dan peningkatan beban keuangan. Sedangkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun depan diharapkan mulai membaik, meskipun belum bisa mengalahkan realisasi tahun 2018,” tulis analis Danareksa Sekuritas Maria Renata dalam riset. Pemangkasan target kinerja keuangan tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun target harga saham WSBP dari Rp 500 menjadi Rp 410 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut menggambarkan perkiraan PE tahun ini sekitar 11,1 kali atau setara dengan rata-rata PE perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Perkiraan kinerja keuangan yang serupa juga disampaikan analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani. Menurut dia, Waskita Beton sedang genjar menerbitkan beberapa produk precast baru, seperti spun pile berdiameter 1,2 meter, bantalan rel, dan tiang listrik. Hal ini diharapkan menambah kontrak baru perseroan ke depan. Produk tersebut rata-rata memiliki margin sekitar 15%.

Perseroan juga disebut menyiapkan belanja modal sebesar Rp 400 miliar tahun depan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penyelesaian pembangunan pabrik Penajam. Adapun, pendanaan perseroan diperkirakan masih mengandalkan penerbitan obligasi. Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk menargetkan penurunan laba bersih Waskita Beton menjadi Rp 768 miliar tahun ini dan diperkirakan naik menjadi Rp 1,06 triliun pada 2020.

Sedangkan pendapatan tahun 2019 diperkirakan turun menjadi Rp 7,32 triliun dan diharapkan meningkat menjadi Rp 9,90 triliun pada 2020. Proyeksi tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WSBP dengan target harga Rp 410. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2020 sekitar 9,5 kali.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan, Waskita Beton menargetkan nilai kontrak baru mencapai Rp 11 triliun tahun depan. Salah satu upaya yang dilakukan perseroan adalah memperluas pasar eksternal dengan menambah produk baru. Hingga kuartal III-2019, perseroan baru mengantongi perolehan kontrak baru senilai Rp 3,69 triliun hingga kuartal III-2019. Pihaknya kemungkinan akan merevisi turun target kontrak baru tahun ini yang semula dipatok Rp 10 triliun. Revisi tersebut mengikuti langkah induk usaha perseroan, PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Menurut Jarot, pihaknya berharap beberapa tender konstruksi yang mundur tahun ini bisa dieksekusi tahun depan, sehingga ada potensi peningkatan perolehan kontrak baru pada 2020.

“Target tahun depan masih belum diputuskan, tapi kami optimistis kontrak baru mencapai Rp 11 triliun, sementara posisi laba akan di kisaran lebih dari Rp 1 triliun,” jelas dia.

Hingga kuartal III-2019, perolehan nilai kontrak baru perseroan dari proyek eksternal sekitar 44%, antara lain jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, apartement Tokyo Riverside, tol Pekanbaru- Dumai Seksi 6C, tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on & off, Bandara Kulonprogo, Bendungan Leuwikeris, dan PLTGU Tambak Lorok.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA