Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: IST

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: IST

Waskita Precast akan Lepas Saham dan Obligasi Rp 2,2 Triliun

Farid Firdaus, Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:56 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana menggalang dana sebesar Rp 2,2 triliun pada kuartal IV-2019. Dana tersebut akan bersumber dari penerbitan obligasi Rp 1,5 triliun melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahap II dan pelepasan saham simpanan (treasury stock) minimal senilai Rp 700 miliar.

Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Fathia Syafurah mengatakan, hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk modal kerja serta mendanai proyek-proyek perseroan ke depan. Sebagian dana juga bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan refinancing utang.

“Sisa PUB Rp 1,5 triliun ini bagian dari PUB I yang mencapai Rp 2 triliun, Sebanyak Rp 500 miliar telah kami terbitkan sebelumnya. Pada kuartal IV nanti, kemungkinan akan kami terbitkan sisanya,” jelas Fathia di Jakarta, Selasa (20/8).

Sementara itu, untuk opsi penjualan saham simpanan, kata Fathia, perseroan akan berdiskusi dengan salah satu sekuritas guna memilih skema yang terbaik. Sebagai informasi, perseroan sebelumnya memutuskan untuk melaksanakan buyback saham sebesar 7% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh atau setara 1,84 miliar.

Menurut Fathia, pembelian telah dilakukan sejak 2017 pada harga Rp 421 per saham. Dengan demikian, total pembelian saham buyback sekitar Rp 774,64 miliar. Perseroan berharap mampu meraih harga penjualan minimal sama dengan harga pembelian tersebut.

Sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perseroan memiliki total jangka waktu penjualan saham buyback ini selama enam tahun sejak dilakukan buyback. “Kami akan tunjuk sekuritas pada bulan ini atau bulan depan. Tenggat waktu penjualan saham sebenarnya masih panjang. Namun, jika perseroan menjual lebih cepat maka bisa memperoleh tax advantage hingga 5%,” jelas dia.

Perseroan pun bisa menggunakan dana hasil penjualan saham buyback untuk keperluan ekspansi di masa mendatang. Adapun, salah satu proyek yang tengah dipersiapkan perseroan adalah pabrik baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan, pabrik ini dibangun dengan tujuan untuk menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara.

Sesuai rencana, plant Penajam memiliki kapasitas produksi sebesar 250 ribu ton/tahun. Plant ini memproduksi produk precast berupa box girder, PCT girder, square pile, dan CCSP. Pabrik anyar ini dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area produksi, area workshop dan area pengolah limbah.

Tak ketinggalan, Waskita Precast berencana untuk ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri. Dengan demikian, dermaga itu akan mempermudah akses pengiriman produk-produk precast langsung dari plant tersebut ke pulau-pulau lainnya karena memiliki lokasi yang strategis dengan Teluk Balikpapan.

Sementara itu, hingga Juli 2019, perseroan berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp 3,29 triliun atau sekitar 31,7% dari target kontrak baru sepanjang 2019. Sedangkan porsi kontrak baru dari pasar eksternal tercatat sebesar 48,19%, lebih tinggi dari porsi perolehan sepanjang tahun 2018 yang sebesar 36,41%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN