Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waskita Beton Precast. Foto: dok.ID

Waskita Beton Precast. Foto: dok.ID

Waskita Precast Jajaki Ekspansi di Filipina

Farid Firdaus, Rabu, 20 November 2019 | 21:29 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan mampu mengeksekusi rencana ekspansi pabrik beton di Filipina tahun ini. Perseroan tengah menanti pengumuman lelang pembangunan jalur light rail transit (LRT) di negara tetangga tersebut.

Direktur Pemasaran Waskita Beton Precast Agus Wantoro mengatakan, tender proyek LRT tersebut diikuti oleh induk usaha perseroan, PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Nilai tender LRT secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 6 triliun. Jika berhasil menang, yang bakal menjadi bagian Waskita Precast sebesar Rp 800 miliar.

“Kalau tender ini berhasil dimenangkan, maka kami percaya target nilai kontrak baru tahun ini yang sebesar Rp 7,03 trilun bisa tercapai,” kata Agus di Jakarta, Rabu (20/11).

Hingga Oktober 2019, Waskita Precast telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 4,3 triliun. Menurut Agus, para pesaing perseroan di tender LRT Filipina berasal dari berbagai negara, termasuk Spanyol dan Thailand.

Lantaran proyek yang berlokasi di kota Malolos ini cukup besar, maka perseroan memprediksi butuh pembangunan pabrik ready mix dan precast baru di wilayah tersebut nantinya.

Dalam rancangan perseroan, kata Agus, pabrik ini akan berdiri di lahan seluas 7,5 hektare (ha) yang terdiri atas 5,5 ha stock yard dan dua hektare untuk bagunan pabrik. Setidaknya, pendirian pabrik membutuhkan waktu selama 34 bulan. Nilai investasinya sekitar Rp 100 miliar.

Selain Filipina, lanjut Agus, perseroan juga mendapat kontrak baru dari proyek pengaman pantai di Singapura. Aksi ini juga merupakan upaya perseroan untuk memperbesar kontrak di luar induk. Dari proyek ini, perseroan telah mengantongi kontrak senilai Rp 217 miliar untuk penyediaan 150 ribu unit produk tetrapod.

“Kami ingin porsi eksternal terus membesar atau sekitar 50-60% dari total proyek. Salah satu proyek eksternal yang kami kerjakan adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik Pertamina dan Apartemen Modernland,” jelas dia.

Selain yakin masih mampu mencapai target kontrak baru, perseroan juga optimistis untuk mengejar target penjualan dan laba bersih tahun ini yang masing-masing sebesar Rp 7,6 triliun dan Rp 820 miliar.

Target 2020

Tahun depan, Waskita Precast menargetkan nilai kontrak baru mencapai Rp 11,9 trilun, dengan penjualan Rp 10 triliun dan laba bersih Rp 1,1 triliun. Menurut Agus, target tersebut terlebih dahulu akan melewati persetujuan induk usaha perseroan.

Di dalam negeri, pihaknya melihat akan ada prospek yang menjanjikan dari proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota baru. Apalagi, perseroan telah memiliki pabrik baru di atas lahan seluas 11,6 ha di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pekerjaan pabrik baru tersebut diperkirakan akan tuntas pada awal tahun depan.

Sesuai rencana, kapasitas pabrik akan mencapai 250 ribu ton per tahun dengan produksi box girder, PCI girder, CCSP, square pile, U ditch dan produk pre-tension.

“Di Ibu Kota baru rencananya akan terbentang jalan sepanjang 400 km yang artinya membutuhkan trotoar dua kali panjangnya. Kami punya produk yang mendukung proyek itu, sekarang masih menunggu desain final dari pemerintah,” kata Agus.

Untuk modal kerja dan pendanaan ekspansi, menurut Agus, perseroan masih memiliki arus kas yang mencukupi. Apalagi, perseroan baru-baru ini telah meraih dana segar senilai Rp 1,5 triliun dari penerbitan obligasi berkelanjutan I tahap II.

Perseroan pun menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis, dan melakukan inovasi pengembangan produk baru, seperti tiang listrik beton, bantalan rel kereta api, serta spun pile diameter 1200 mm dengan panjang 50 meter.

Sebagai informasi, spun pile produksi Waskita Precast ini merupakan produk pertama di Asia Tenggara. Saat ini, perusahaan juga tengah mengembangkan produk lainnya yaitu precast Gedung dan façade, Saat ini kapasitas produksi precast perseroan telah mencapai 3,7 juta ton per tahun dan bakal menjadi 4 juta ton pada tahun depan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN