Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). (Foto: Ist)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). (Foto: Ist)

Waskita Precast (WSBP) Siap Konversi Utang Jadi Saham, Nilainya Gede!

Rabu, 9 Nov 2022 | 06:49 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan melakukan konversi utang menjadi saham senilai Rp 1,43 triliun melalui mekanisme penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perseroan.

"Perseroan berencana melakukan PMTHMETD untuk mengonversi utang para kreditur perseroan sebesar Rp 1,43 triliun menjadi ekuitas perusahaan dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 32.715.232.945 lembar saham biasa. Pelaksanaan konversi utang menjadi ekuitas akibat PMTHMETD sebagaimana disebutkan dalam perjanjian perdamaian ini akan digunakan sebagai sumber pelunasan utang perseroan kepada krediturnya sebagaimana yang diatur dalam perjanjian perdamaian," tulis manajamen WSBP dalam keterbukaan informasi, Selasa (8/11/2022).

Baca juga: Dear Investor, BEI Segera Buka Gembok Saham Waskita Precast (WSBP)

Manajemen WSBP mengungkapkan, rencana PMTHMETD diharapkan dapat memengaruhi kemampuan perseroan untuk mendapatkan proyek-proyek strategis baru, memperbaiki kondisi keuangan, dan peruntukan lainnya yang mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan, sehingga akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan perseroan.

Advertisement

"Bagi pemegang saham eksisting, dikarenakan aksi korporasi ini atas implementasi perjanjian perdamaian perseroan yang telah disahkan menggunakan skema PMTHMETD, kepemilikan sahamnya dapat terdilusi akibat transaksi sampai dengan maksimum sebesar 55,4%," ujar manajemen WSBP.

Untuk memuluskan aksinya, WSBP akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di 14 Desember 2022.

Baca juga: Wajah Baru WSBP dan Target 5 Tahun ke Depan

Manajemen WSBP menjelaskan, pada tanggal 23 Desember 2021, kreditur telah mengajukan suatu permohonan PKPU terhadap perseroan dengan nomor perkara No. 497/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. Kemudian Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengabulkan permohonan PKPU dan menetapkan perseroan dalam status PKPU Sementara berdasarkan putusan No. 497/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst yang dibacakan pada tanggal 25 Januari 2022.

Putusan PKPU yang dibacakan oleh Majelis Hakim tersebut pada intinya menunjuk dan mengangkat (i) Allova Herling Mengko, S.H, (ii) Daud Napitupulu, S.H., dan (iii) Jesica Novita Puspitaningrum, S.H, yang seluruhnya adalah Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Tim Pengurus). Proses PKPU dari perseroan telah dijalankan sesuai dengan jadwal dan agenda yang telah ditentukan oleh Tim Pengurus dan Hakim Pengawas.

Baca juga: Menang Tender Lagi, Waskita (WSKT) Tambah Kontrak IKN Jadi Rp 2,5 Triliun

Perseroan telah memaparkan kepada para krediturnya rencana perdamaian pada rapat pembahasan rencana perdamaian di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 15 Juni 2022 dan 17 Juni 2022.

Berdasarkan hasil voting yang telah dilakukan atas rencana perdamaian tersebut pada tanggal 17 Juni 2022 dan 20 Juni 2022, mayoritas kreditur dari perseroan telah menyetujui rencana perdamaian perseroan dengan persentase kreditur separatis perseroan yang menyetujui adalah sebesar 80,6% dan persentase kreditur konkuren perseroan yang menyetujui adalah sebesar 92,8%. Lebih lanjut, dengan hasil voting tersebut, rencana perdamaian kemudian disahkan oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui putusan No. 497/Pdt.SusPKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst tertanggal 28 Juni 2022.

Baca juga: Tertinggi, Wika (WIKA) Raih Kontrak Baru Rp 19 Triliun

Akan tetapi, terhadap pengesahan Majelis Hakim pada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui putusan No. 497/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst tersebut, terdapat permohonan kasasi yang diajukan oleh PT Bank DKI kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) dengan perkara No.: 1455/Pdt.Sus_Pailit/2022 (Permohonan Kasasi). Namun, berdasarkan situs web Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Majelis Hakim Agung MA telah menolak Permohonan Kasasi pada tanggal 20 September 2022 telah ditolak, yang mana telah resmi dipublikasikan pada situs web MA.

Dengan ditolaknya permohonan kasasi, perjanjian perdamaian yang telah mengikat seluruh kreditur perseroan sejak tanggal 28 Juni 2022 berdasarkan Pasal 286 UU Kepailitan dan PKPU, telah memiliki kekuatan hukum tetap dan berlaku efektif berdasarkan Pasal 287 UU Kepailitan dan PKPU.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com