Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Waskita Toll Beli Saham Anak Usaha Melalui RDPT

Gita Rossiana, Sabtu, 4 April 2020 | 18:46 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), membeli saham PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR) melalui reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). WTR membeli sebanyak 143.218 saham WTTR melalui RDPT senilai Rp 467,43 miliar.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti menyebutkan, transaksi tersebut dilakukan pada 1 April 2020. WTR membeli saham WTTR dari PT Bank Mega Tbk (MEGA) selaku bank kustodian RDPT ekuitas Danareksa Infrastruktur Trans Jawa.

Dengan adanya jual beli sebagian kepemilikan saham, maka struktur kepemilikan saham WTTR mengalami perubahan. Kini, WTR menjadi pemegang sebesar 39,49% saham WTTR atau senilai Rp 1,19 triliun. Kemudian saham RDPT mencapai 60,5% atau senilai Rp 1,82 triliun dan Koperasi Waskita memiliki satu saham senilai Rp 1 juta.

"Transaksi jual beli kepemilikan hak atas saham antara WTR dan RDPT pada WTTR tidak berdampak pada kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan sebagai pemegang saham mayoritas WTR," jelas dia dalam keterangan resmi pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, WTR merupakan anak usaha Waskita Karya dengan kepemilikan saham sebesar 80,56%. Sedangkan WTTR merupakan anak usaha WTR dengan kepemilikan saham sebesar 34,75% atau senilai Rp 1,04 triliun.

Sebelumnya, WTR mengucurkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 872,66 miliar kepada PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM). Pinjaman ini akan digunakan Kresna Kusuma Dyandra untuk memenuhi kebutuhan dana operasionalnya. Pinjaman ini dikenai tingkat bunga 12,65% per tahun dengan tenor hingga 31 Desember 2020.

Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, karena Kresna Kusuma Dyandra adalah anak usaha dari WTR dengan kepemilikan saham 99,7%. Selain WTR, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) juga memiliki saham Kresna Kusuma Dyandra dengan kepemilikan 0,3%.

Sementara WTR adalah anak usaha waskita karya dengan kepemilikan 80,56%. Sedangkan sisanya mencapai 11,14% dimiliki oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dan 8,29% lainnya dimiliki oleh PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (persero).

"Nilai ini mencapai 2,99% dari ekuitas Waskita Karya yang mencapai Rp 29,22 triliun per September 2019. Nilai ini juga mencapai 3,98% dari ekuitas WTR yang mencapai Rp 21,92 triliun," ungkap manajemen.

Manajemen WTR beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa proses divestasi sejumlah ruas tol akan tetap dilanjutkan. Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan, perseroan akan menawarkan kepada para investor strategis empat ruas tol perseroan pada 2020. Ruas tol tersebut antara lain Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pemalang-Probolinggo. “Satu ruas tol lagi, mungkin kami akan pilih antara Medan-Kualanamu atau Semarang Batang, atau Pemalang-Batang,” jelas dia.

Herwidiakto mengakui tengah berdiskusi dengan sejumlah calon investor, baik domestik maupun lokal yang berminat mengakuisisi tol perseroan. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan detail para calon investor tersebut.

Adapun, Waskita Karya menargetkan perolehan nilai kontrak baru sekitar Rp 45-50 triliun tahun ini. Perseroan fokus mengincar pengerjaan berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, transmisi, serta pelabuhan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN