Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Waskita Toll Road Berikan Pinjaman Rp 257,47 Miliar Kepada Cibitung Priok

Rabu, 2 September 2020 | 12:03 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), telah mengucurkan dana sebanyak Rp 257,47 miliar sebagai fasilitas pinjaman kepada anak usahanya, yakni PT Cibitung Priok Tanjung Priok Port Tollways (CTPPT).

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti mengatakan, fasilitas pinjaman bertenor setahun tersebut diberikan dengan tingkat bunga 12% per tahun. Sedangkan tujuan pengucuran untuk memenuhi kebutuhan dana pendamping pencairan kredit investasi CTPPT Tranche II.

“Diharapkan dengan dana pinjaman ini, Cibitung Priok dapat memaksimalkan kinerja usahanya dan memberikan nilai tambah bagi perseroan sebagai pemegang saham WTR,” jelasnya, Rabu (2/8).

Waskita Karya sebelumnya telah mengucurkan fasilitas pinjaman serupa secara tunai kepada Waskita Toll Road sebesar Rp 4,5 triliun pada 28 Agustus lalu. Adapun, pinjaman itu dikenai bunga sebanyak 12% per tahun dan dengan tenor satu tahun.

“Dana hasil pinjaman ini akan dimanfaatkan WTR untuk operasional, kebutuhan pendanaan, dan/atau kebutuhan seluruh anak usaha WTR baik berupa setoran modal maupun shareholder loan,” kata dia.

Hingga kuartal I-2020, Waskita Karya membukukan pendapatan sebesar Rp 4,16 triliun atau menurun 52,02% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 8,67 triliun. Sedangkan laba bersih turun tajam 94,23% menjadi Rp 42,49 miliar, dibandingkan kuartal I-2019 mencapai Rp 736,58 miliar.

Presiden Direktur Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengungkapkan, penurunan pendapatan ini akibat pelemahan segmen jasa konstruksi menjadi Rp 3,55 triliun atau 56,75%, dibandingkan tahun lalu mencapai Rp 8,67 triliun. Lalu sektor precast juga hanya mampu menyumbang Rp 280,71 miliar.

“Meskipun begitu sejumlah segmen terlihat mengalami peningkatan, seperti pendapatan properti yang melesat hingga 3 kali lipat menjadi Rp 170,37 miliar dan pendapatan infrastruktur lainya juga naik 53,39% menjadi Rp 18,56 miliar.” jelas dia.

Namun demikian, perseroan berhasil membukukan kas bersih sebesar Rp 2,81 triliun pada periode Januari-Maret 2020. Kas tersebut bersumber dari sejumlah aktivitas operasi yang dimiliki perseroan, yakni penerimaan pembayaran turnkey project proyek Tol Jakarta – Cikampek Elevated II dan sebagian piutang LRT Palembang.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN