Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siluet pengunjung di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Siluet pengunjung di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Waspadai, Asing Masih Jualan Hingga Rp 2,17 T dalam Sepekan

Minggu, 27 September 2020 | 09:25 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - September merupakan bulan kelabu bagi investor pasar saham karena harga-harga saham terkoreksi cukup dalam. Pada pekan ini, asing masih mencatatkan net sell (jual bersih) sebesar Rp 2,17 triliun.

Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi Jumat (25/9/2020) ditutup naik signifikan sebesar 2,1% ke level 4945,791, faktanya asing masih terus berjualan hingga Rp 555 miliar pada hari itu di pasar reguler, dan Rp 829,6 miliar di semua pasar (all market).

Fenomena ketika asing masif berjualan tetapi IHSG berhasil naik signifikan menjadi perbincangan pelaku pasar. Hal ini membuktikan bahwa investor domestik mulai tidak terpengaruh oleh aksi asing.

Ketua komunitas investor pasar modal yang tergabung dalam Investa, Hari Prabowo mengatakan, dominasi investor lokal dalam berkontribusi pada pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia makin kuat.

"Perdagangan hari Jumat membuktikan bahwa investor lokal makin layak diperhitungkan," katanya. Sentimen vaksin menjadi faktor pendorong aksi beli oleh investor lokal, bahkan saham farmasi seperti KAEF dan INAF terkena auto reject atas (ARA) karena naik 25%.

Namun, sejumlah analis mengingatkan agar investor mewaspadai aksi jual masif investor asing yang dalam sebulan ini nilainya mencapai Rp 15,5 triliun. Sebab, tidak menutup kemungkinan IHSG akan ditekan turun kembali dalam beberapa hari.

Analis teknikal Ellen May dalam akun instagramnya mengatakan, kenaikan IHSG pada akhir pekan merupakan technical rebound. Ia memprediksi pada Senin IHSG masih menguat, tetapi dua hari selanjutnya, mengakhiri bulan September 2020 relatif stagnan.

"Sepanjang IHSG belum bisa menembus angka 5000 masih rawan koreksi," katanya. Ia mengatakan, kenaikan saham pada Jumat karena saham-saham penggerak IHSG, yakni saham perbankan telah terkena support kuat sehingga mengalami technical rebound, seperti BBRI dan BBCA.

Analis teknikal lainnya mengatakan hal yang sama. Berdasarkan indikator stochatic, IHSG sudah masuk area jenuh jual sehingga terjadi technical rebound. "IHSG belum mengkonfirmasi golden cross penanda fase bullish sehingga investor harus waspada," kata dia.

Jjika IHSG kembali break down di bawah 4.800, kata dia, berpotensi meluncur ke 4.600. Sebaliknya jika breakout makan berpotensi naik ke level 5.100-5.200.

Diguyur Asing

Sejumlah saham-saham bigcap dalam sepekan ini diguyur asing dengan penjualan secara masif.

Berdasarkan data RTI, sepuluh saham bigcap yang diguyur asing selama sepekan ini antara lain, BBCA Rp 838,7 miliar, TLKM Rp 210 miliar, BMRI Rp 156,29 miliar, BBRI Rp 95,44 miliar, INCO Rp 83,92 miliar, UNVR Rp 80,4 miliar, ADRO sekitar Rp 79,72 miliar, INDF Rp 79,38 miliar.

Sedangkan saham-saham yang dibeli asing (net buy) dalam sepekan ini antara lain UNTR Rp 63,49 miliar, TOWR Rp 56,12 miliar, ASII Rp 23,38 miliar, HMSP Rp 14,38 miliar. ACES Rp 13,78 miliar, PWON Rp 11,46 miliafr, LPPF Rp 8,99 miliar.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN