Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

Waspadai Volatilitas Harga Saham, BEI Mengaku Proaktif Lakukan Pengawasan Pasar

Mashud Toarik, Jumat, 10 Januari 2020 | 14:27 WIB

Jakarta, Investor.id – Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku telah melakukan langkah-langkah dalam menciptakan perdagangan saham yang teratur, wajar, dan efisien di Pasar Modal Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Direksi BEI menyusul adanya soroton publik terhadap upaya regulator pasar modal dalam melakukan pengawasan terhadap saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi namun tidak didukung oleh kondisi fundamental dan informasi memadai.

“Maraknya pemberitaan terkait pemahaman “saham gorengan” mendorong Manajemen BEI untuk kembali memberikan edukasi, serta meluruskan hal tersebut kepada masyarakat pada umumnya, dan investor di Pasar Modal Indonesia, pada khususnya. Istilah “saham gorengan” seringkali digunakan oleh publik terhadap saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi dan tidak didukung oleh fundamental dan informasi yang memadai,” papar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian S. Manullang dalam pertemuan dengan Wartawan Pasar Modal yang digelar di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Dikatakannya dalam menyikapi saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi, dan tidak didukung oleh fundamental, serta informasi yang memadai, BEI selalu melakukan tindakan yang sesuai dan memadai untuk mengatasi hal tersebut.

“Untuk mempermudah investor, seluruh tindakan pengawasan Bursa untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi dari penyelenggaraan perdagangan efek, dapat dipantau dengan mengakses website Bursa di www.idx.co.id,” urainya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo mengatakan bahwa kepercayaan diri Bursa atas perdagangan tahun ini dilihat dari penetapan target rata-rata nilai transaksi harian bursa yang mencapai Rp9,5 triliun.

Optimisme tersebut didasari oleh beberapa inisiatif strategis yang telah disiapkan oleh Bursa untuk mencapai target-target pada tahun 2020, seperti penyusunan berbagai program pengembangan perdagangan pasar obligasi, program untuk peningkatan literasi dan inklusi pasar modal, program peningkatan perlindungan investor, serta serangkaian program lainnya yang mendukung efisiensi proses pencatatan.

Sementara itu, disampaikan pula pemahaman terkait salah satu istilah dalam perdagangan, yaitu “market maker”. Dalam penyelenggaraan perdagangan pasar modal, istilah “market maker” sering beredar dan sudah menjadi hal yang umum praktiknya di bursa-bursa lain di dunia. Market maker adalah pihak yang ditunjuk oleh Bursa untuk selalu menyediakan kuotasi bid and offer dalam jumlah yang memadai.

“Dalam pelaksanaan dan pengembangannya, Bursa akan terus mengkaji aturan mengenai market maker agar ke depannya dapat meningkatkan likuiditas serta kualitas perdagangan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah investor di pasar modal,” urai Laksono.

Kedepannya BEI meyakinkan dapat mengimplementasikan program-program pengembangan pasar modal yang sudah direncanakan untuk kemajuan Pasar Modal Indonesia yang lebih baik.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA