Menu
Sign in
@ Contact
Search
Caption : Dari kiri ke kanan Direktur Operasi dan Supply Chain Management Taufik Dwi Wibowo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Rija Judaswara, Direktur Utama Kuntjara, Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko Ahmad Fadli Kartajaya, serta Direktur Teknik dan Produksi Sidiq Purnomo dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022).
Sumber: Muawwan Daelami

Caption : Dari kiri ke kanan Direktur Operasi dan Supply Chain Management Taufik Dwi Wibowo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Rija Judaswara, Direktur Utama Kuntjara, Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko Ahmad Fadli Kartajaya, serta Direktur Teknik dan Produksi Sidiq Purnomo dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022). Sumber: Muawwan Daelami

Wika Beton (WTON) Bukukan Kontrak Baru hingga September Rp 4,95 T

Rabu, 19 Okt 2022 | 13:54 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) membukukan nilai kontrak baru hingga September 2022 sebesar Rp 4,95 triliun. Lalu, pada tahun depan perseroan mengincar kontrak baru tumbuh sebesar 15% sampai 20%.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Wijaya Karya Beton (WTON) Rija Judaswara menyebutkan bahwa perolehan kontrak baru perseroan hingga kuartal III-2022 sebesar Rp 4,95 triliun. “Dari raihan kontrak tersebut, sekitar 30% dikontribusikan dari proyek-proyek ritel dengan nilai di bawah Rp 10 miliar,” jelas Rija dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022).

Adapun rincian proyek yang diraih perseroan berasal dari proyek Jalan Tol Ancol Timur – Pluit Toll road sebesar Rp 646 miliar, proyek Manyar Smelter Rp 257 miliar, Coastal Area Kota Balikpapan sebesar Rp 214 miliar, Pabrik Paper Mill Indah Kiat Karawang sebesar Rp 182 miliar, Jalan Tol Indrapura – Kisaran sebesar Rp 143 miliar, Lotte Line Project Cilegon sebesar Rp 129 miliar dan Jalan Tol Makassar New Port Access sebesar Rp 125 miliar.

Baca juga: Pembangunan IKN Digenjot Tahun Depan, 200 Ribu Tenaga Kerja Bakal Terserap

Advertisement

Proyek lainnya berasal dari proyek peningkatan Jalur KA Medan Labuhan - Rantau Parapat sebesar Rp 101 miliar, pemasangan Pipa SPAM Jatiluhur sebesar Rp 93 miliar, dan peningkatan kapasitas Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50-67 sebesar Rp 78 miliar.

Dengan demikian, jika dilihat dari sektor usaha, maka komposisi perolehan proyek tersebut terdiri sektor infrastruktur sebesar 62,7%, properti sebesar 18,9%, kemudian sektor energi, tambang, dan industri masing-masing sebesar 12,8%, 2,9% dan 2,6%.

Seiring dengan perolehan kontrak tersebut, Rija menyatakan WTON masih memiliki banyak sasaran proyek yang akan mampu menjamin perolehan kontak baru di tahun ini sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) perseroan.

Baca juga: BI Sebut Inflasi September Terkendali, Begini Pertimbangannya

Sementara untuk target kontrak baru tahun depan atau 2023, ia menyebut perseroan mengincar adanya pertumbuhan sekitar 15% sampai 20% dari prognosa kontrak baru yang diraih perseroan di 2022.

“Kami menargetkan pertumbuhan di kisaran 15% sampai 20%. Kami memang tidak agresif, tapi angka kenaikan tersebut menurut kami sudah mempertimbangkan situasi global maupun situasi isu-isu strategis dalam negeri,” ungkap Rija.

Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko Wijaya Karya Beton (WTON) Ahmad Fadli Kartajaya juga mengakui bahwa krisis ekonomi yang terjadi akibat konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina pada tahun ini cukup memberikan tantangan.

Baca juga: Saham Bank Jago (ARTO) Melesat 15,82%, Berikut Faktor Pemicunya

“Buktinya, terjadi krisis energi di mana harga BBM kita juga sekarang sudah naik dan ini sangat mempengaruhi kinerja kita,” papar Fadli.

Karena itu, Fadli melihat 2023 akan menjadi tahun yang cukup menantang. Terlebih lagi, banyak prediksi yang menyebutkan bahwa tahun depan akan terjadi krisis global yang tentu hal tersebut akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Termasuk investor-investor yang akan berinvestasi yang pastinya akan lebih selektif.

Di samping tantangan ekonomi, 2023 juga memasuki tahun tahapan pemilihan umum (Pemilu). “Kita mulai masuk tahun Pemilu untuk 2024. Dan pastinya akan sedikit mengganggu konsentrasi baik pemerintah maupun investor-investor swasta, sehingga mereka akan wait and see bagaimana Pemilu di 2023 dan 2024,” tutup Fadli.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com