Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV

Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV

Wika Bidik Leading Sector Pembangunan Ibu Kota Baru

Rabu, 4 September 2019 | 01:50 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya Tbk (Wika) membidik sektor utama atau leading sector yang akan memimpin bergeraknya sektor-sektor lain pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2021 mendatang.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama Wika Tumiyana dalam wawancaranya di program Corporate Action Beritasatu TV, Selasa (3/9/2019).

 

“Ploting investasi Wika tahun ini yang Rp 20 triliun masih masuk di energy sector, property sector, infrastruktur. Nah saatnya nanti di sana kekuatan (investasi) Wika sudah double, bukan 20 lagi tapi sudah 40 triliun. Jadi mestinya Wika menggarap leading sector,” katanya.

Tumiyana optimistis Wika akan mampu berperan besar dalam pembangunan ibu kota baru, karena bisnis Wika lengkap.

Semua portofolio industri yang diperlukan terkait pembangunan ibu kota baru ada pada Wika. Mulai dari portofolio jalan, atau infrastruktur yang berkontribusi 52% terhadap reveuue perusahaan atau kontrak organik Wika.

“Sisanya ada di gedung, ada di pembangkit (listrik), ada di properti, ada di industri konstruksi. Sehingga Wika punya alat yang lengkap untuk masuk ke sana,” ujarnya.

Lebih jauh Tumiyana mengatakan, Wika memiliki pabrik beton dengan kapasitas 3,8 juta ton per tahun, yang akan ditingkatkan pada akhir tahun ini mencapai 4 juta ton.

Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV
Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV

“Produksi baja yang sekarang kapasitasnya 35 ribu akan ditingkatkan menjadi 100 ribu ton. Pabriknya sekarng lagi kita bangun di Subang,” katanya.

Menurut Tumiyana, semua pabrik Wika ditingkatkan kapasitas produksinya karena permintaan pasar yang terus naik.

“Ke depan refinery itu akan dibangun dimana-mana, dan itu konten bajanya sangat besar. Selanjutnya jaringan listrik dan high voltage banyak dibangun, nah itu permintaan bajanya juga sangat diperlukan,” ucapnya.

Tumiyana menegaskan bahwa ketika ibu kota baru berjalan pada tahun 2023, kekuatan investasi Wika akan ada di angka Rp 62 triliun atau tiga kali saat ini, dan itu di luar konstruksi.

“Kami akan menggarap dua titik di ibu kota baru, di kontruksi biasa dan juga di KPBU-nya. Di KPBU dengan kekuatan balancing dan di konstruksi (dana) operation biasa,” jelasnya.

Bicara soal pemindahan ibu kota, kata Tumiyana, semua industri konstruksi berjalan.

“Yang jelas kalau 34 kementerian ke sana jalan bareng berarti housing-nya harus dipersiapkan. Kalau dalam satu kementerian itu rata-rata pegawainya 10.000 berarti banyak banget hunian yang harus dipersiapkan,” katanya. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA