Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Wika dan Jaya Konstruksi Bentuk Perusahaan Pengelolaan Air Minum

Selasa, 19 Januari 2021 | 23:47 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membentuk perusahaan patungan di bidang pengelolaan air minum. Perusahaan itu dibentuk bersama dengan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) dan PT Tirta Gemah Ripah.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya atau Wika Mahendra Vijaya mengatakan, perusahaan patungan tersebut bernama PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. “Pembentukan usaha patungan ini dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai pemenang tender proyek strategis nasional," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1).

Dalam perusahaan patungan itu, Wika akan menggenggam 30% saham. Jaya Konstruksi dan Tirta Gemah Ripah akan memiliki saham masing-masing 60% dan 10%. Tahap awal, Wika akan menyetorkan modal ke perusahaan patungan sebesar Rp 3 miliar.

Mahendra berharap dengan pembentukan perusahaan patungan ini bisa berdampak positif kepada keberlangsungan usaha perseroan. Selain itu, perusahaan ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi perseroan.

Adapun tahun ini, Wika mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 3,05 triliun untuk mengincar laba bersih Rp 1 triliun. Sementara itu, untuk memperkuat struktur permodalan, perseroan juga berniat menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp 3 triliun pada semester I tahun ini.

Menurut Mahendra, perseroan akan menyalurkan capex 2021 untuk penyertaan investasi pada proyek entitas-entitas asosiasi yang sudah berjalan. Sepanjang tahun ini, perseroan lebih optimistis dengan mematok laba bersih sekitar Rp 1 triliun. Nilai tersebut dipastikan naik signifikan dari realisasi 2020.

Hingga saat ini, perseroan masih melakukan audit untuk laporan keuangan tahun 2020. Sebagai gambaran, laba bersih perseroan hingga kuartal III-2020 sempat terkoreksi signifikan dibandingkan periode sama 2019 akibat perlambatan ekonomi karena pandemi Covid-19.

“Untuk kenaikan pertumbuhan laba bersih pada 2021 salah satunya akan ditopang oleh target perolehan kontrak baru 2021 yang diharapkan sekitar Rp 40,1 triliun,” jelas dia kepada Investor Daily.

Target kontrak 2021 tersebut naik 74% dibanding realisasi 2020 yang sebesar Rp 23 triliun. Pencapaian tersebut membuat Wika berhasil melebihi target revisi nilai kontrak baru 2020 yang sebelumnya ditetapkan Rp 21,3 triliun. Pekerjaan konstruksi yang ditangani perseroan biasanya mayoritas pekerjaan infrastrukur, industrial plant, dan pembangunan gedung.

Lebih lanjut, proyek-proyek konstruksi besar perseroan yang saat ini sedang berjalan antara lain jalan tol Cengkareng-Kunciran, yang progres pekerjaannya telah mencapai 86,62% per Desember 2020. Kemudian, pekerjaan jalan tol Serang-Panimbang mencapai 79,38% per Desember 2020.

Tak ketinggalan, Wika yang tergabung dalam konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung melaporkan progres pekerjaan mega proyek tersebut telah mencapai 63,84% per Desember 2020. Jalur kereta cepat ini ditargetkan beroperasi pada 2022.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN