Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Wijaya Karya Tbk. Foto ilustrasi: IST

PT Wijaya Karya Tbk. Foto ilustrasi: IST

Wika Gandeng BUMN Taiwan Bidik Proyek Rp 20 Triliun

Farid Firdaus, Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:27 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menggandeng BUMN Taiwan untuk mengikuti tender konstruksi bandar udara di Taiwan. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai Rp 20 triliun.

Sekretaris Perusahaan Wika Mahendra Vijaya mengatakan, saat ini proses tendernya masih dalam tahap persiapan. Perseroan memperkirakan proses tender akan berlangsung pada Desember 2019. Lantaran lumayan besar, proyek ini berpeluang mendongkrak nilai kontrak baru perseroan tahun ini.

“Total nilai proyeknya bisa Rp 20 triliun, kalau berhasil menang, porsi yang masuk ke kontrak baru Wika sekitar Rp 10 triliun,” jelas Mahendra kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (16/10).

Mahendra menegaskan, selain di Taiwan, perseroan juga mengincar konstruksi jalan di Malaysia. Kedua proyek di Taiwan dan Malaysia secara total nilainya di atas Rp 35 triliun. Sementara di dalam negeri, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru dari sejumlah proyek transportasi massal berbasis rel seperti mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), loopline, beberapa proyek jalan tol, bangunan, serta kelistrikan dan ketahanan energi seperti tank farm.

Hingga September 2019, perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 25,7 triliun. Dari nilai tersebut, sebanyak 85,7% kontrak baru perseroan berasal dari sektor BUMN dan private, 9,8% berasal dari proyek luar negeri dan 4,5% berasal dari pemerintah.

Beberapa proyek besar yang dibukukan perseroan diantaranya datang dari proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu sebesar Rp2,1 triliun, proyek pembangunan Jakarta International Stadium sebesar Rp1,9 triliun yang dibukukan melalui Wika Gedung, dan tol Serpong Balaraja sebesar Rp 900 miliar.

Jika dibandingkan dengan periode kuartal III tahun lalu, kata Mahendra kontrak baru perseroan tercatat tumbuh sekitar 2%.   Hingga saat ini, perseroan masih optimistis mampu mencapai target kontrak baru 2019 yang semula ditetapkan sebanyak Rp 61,74 triliun.

“Sejauh ini tidak ada rencana untuk merevisi target kontrak baru. Terkait penerimaan pembayaran, perusahaan sejauh ini menargetkan mampu mencapai arus kas positif di akhir tahun,” kata dia.

Sesuai rencana, penerimaan kas ini diperkirakan berasal dari tol Balikpapan-Samarinda yang akan selesai pada kuartal IV tahun ini dan sejumlah proyek konstruksi lainnya.

Proyek Afrika

Sementara itu, Wika bersiap untuk membangun fasilitas terminal pelabuhan cair dan curah senilai US$ 30-40 juta di Zanzibar, Tanzania, Afrika. Perseroan juga mendapatkan tawaran untuk menggarap proyek tambang bersama empat BUMN yang lain di Madagaskar.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno telah bertemu dengan Presiden Zanzibar Ali Muhammad Shein untuk membicarakan kerja sama lanjutan antar BUMN kedua negara pada September lalu. Hal ini untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama yang dilakukan di acara Indonesia Afrika Infrastructure Dialog (IAID) 2019 di Bali yang digelar pada bulan Agustus.

Sesuai rencana, pembangunan fasilitas terminal yang akan digarap Wika dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Zanzibar. “Kami terus mendorong agar BUMN dapat menjadi mitra strategis negara-negara di Benua Afrika. Diharapkan, kerja sama antara Indonesia dan Zanzibar dapat mempererat hubungan bilateral kedua negara,” kata Rini.

Selain Zanzibar, Wika juga mendapatkan kerjasama proyek pembangunan kawasan bisnis terpadu di Senegal senilai US$ 250 juta dan proyek pembangunan rumah susun di Pantai Gading senilai US$ 66 juta.

Tak berhenti sampai di situ, Rini pun menawarkan berbagai kerja sama kedua negara di sektor transportasi, pengelolaan bandara, energi, industri farmasi, infrastruktur perkeretaapian, pelabuhan dan perkebunan. Di sektor energi, PT Pertamina (Persero) memiliki mitra ventura yang merupakan produsen gas di Tanzania.

“Presiden Zanzibar sangat gembira karena hubungan dengan Indonesia seperti perdagangan Cengkeh dan rempah dengan Indonesia yang sudah sangat lama dan perlu kembali dikembangkan di masa depan,” kata Rini.

Potensi kerjasama ini, lanjut dia, akan membantu meningkatkan kinerja BUMN. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi agar BUMN tak hanya menjadi pemain di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

Adapun sebelum kunjungan ke Zanzibar, Rini lebih dulu bertandang ke Madagaskar. Dalam kunjungan ke negara tersebut, Rini mengajak lima BUMN untuk menggarap proyek tambang. Selain Wika, BUMN lain yang mendapatkan tawaran adalah PT Timah Tbk, PT INKA (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA