Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV

Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV

Wika Garap Proyek di Afrika Senilai Rp 7,6 Triliun

Rabu, 4 September 2019 | 12:17 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), emiten konstruksi, properti, dan infrastruktur akan menggarap proyek di Afrika senilai total Rp 7,6 triliun sebagai tindaklanjut pertemuan bisnis Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 di Bali akhir Agustus lalu.

"Tanggapan Afrika pada Indonesia sangat luar biasa pada ajang di Bali," kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Tumiyana dalam wawancaranya di program Corporate Action Beritasatu TV, Selasa (3/9/2019).

Tumiyana mengatakan, Wika akan menjadi kontraktor pada sejumlah proyek senilai Rp 7,6 triliun dari total Rp 11 triliun. "Itu sedang kita detailkan karena kemarin sudah head agreement," kata Tumiyana.

 

 

Tumiyana mengatakan, agar proyek di Afrika berjalan lancar, perseroan menggandeng Indonesia Exim Bank untuk memperbesar kapasitas. "Exim Indonesia bekerja sama dengan lokal Exim, tujuannya agar Wika bisa eksis," kata Tumiyana.

Selain itu kata dia, perseroan mengusulkan agar dilakukan counter threat mengingat Indonesia masih mengimpor minyak. Mekanismenya, Wika mengerjakan proyek di negara-negara Afrika yang memiliki minyak banyak, lalu mereka bayar dengan rupiah di Indonesia. "Sehingga importasi tidak diperlukan, kita kerjakan proyek di sana dan mereka bayarnya di sini, duitnya balik, sehingga kita tidak spend foreign currency. Kalau kita bisa lakukan counter threat, berarti negara aman dari sisi devisa," kata Tumiyana.

Dalam pertemuan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 ditawarkan proyek senilai US$ 4,9 miliar. Salah satunya membangun rel KA dari Senegal ke Uganda sepanjang 905 kilometer (km). Selain itu, membangun kawasan wisata baru bareng Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) senilai US$ 800 juta.

Untuk menggarap potensi pasar yang besar kata Tumiyana, Wika selalu menyekolahkan karyawannya. "Pertumbuhan SDM Wika 15% per tahun. Kita persiapkan mereka sekolah," kata Tumiyana.

Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV
Dirut Wika Tumiyana. Sumber: BSTV

IPO anak usaha

Soal rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dua anaknya yakni PT Wika Beton dan PT Wika Realty dia berharap bisa dilakukan awal tahun 2020. "Kalau baja lokal market besar karena refinery dibangun di mana-mana," kata Tumiyana.

PT Wijaya Karya Tbk IPO pada 29 Oktober 2007. Saham Wika sebesar 5,83 miliar saham (65,049%) dimiliki negara RI dan sisanya 3,12 milar saham (34,8%) dimiliki publik.

Wijaya Karya mengincar perolehan laba senilai Rp 3,01 triliun pada 2019 ditopang penjualan yang diprediksi menembus Rp 42,13 triliun tahun ini. Dari sisi raihan kontrak baru, perseroan menargetkan tumbuh 32% dari realisasi Rp 50,56 triliun pada 2018 menjadi Rp 66,74 triliun. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA