Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Desain gedung Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM 4.0, Jakarta.

Desain gedung Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM 4.0, Jakarta.

Wika Gedung Tetap Jadi Pilihan, Meski Kinerja di Bawah Ekspektasi

Kamis, 17 September 2020 | 06:11 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung berpotensi paling cepat pulih dibandingkan perusahaan konstruksi lainnya. Hal ini didukung oleh besarnya kontrak yang diperoleh perseroan, kuatnya kas internal dengan utang yang rendah, tidak memiliki turnkey project, dan peningkatan bisnis modular.

Namun, kinerja keuangan Wika Gedung sepanjang tahun ini diperkirakan lebih rendah dari ekspektasi semula.

Hal ini mendorong beberapa perusahaan sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan Wika Gedung tahun ini. Meski

Demikian  saham WEGE masih direkomendasikan beli.

Analis Sinarmas Sekuritas Kharel Devin Fielim mengungkapkan, Wika Gedung masih menghadapi tekanan margin keuntungan bersih sampai akhir tahun ini yang berimbas terhadap perolehan laba bersih. Margin keuntungan bersih perseroan diperkirakan anjlok menjadi 3,9% tahun ini dibandingkan tahun lalu 9,9% dan diharapkan kembali pulih menjadi 8,7% pada 2021.

“Rendahnya margin keuntungan bersih dipengaruhi oleh gangguan account receiver impairment dan penurunan keuntungan dari perusahaan patungan (joint venture). Hal ini tentu menekan laba bersih tahun ini, meskipun pendapatan perseroan direvisi naik,” tulis Devin dalam risetnya, baru-baru ini.

Wika Gedung. Foto ilustrasi: IST
Wika Gedung. Foto ilustrasi: IST

Adapun target pendapatan 2020 direvisi naik. Sebaliknya, perkiraan pendapatan tahun 2021 direvisi turun. Target pendapatan tahun ini dinaikkan dari estimasi Rp 2,22 triliun menjadi Rp 3,3 triliun. “Revisi naik target pendapatan tersebut mencerminkan besarnya kontrak berjalan yang sudah

dimiliki  perseroan untuk mendongkrak pendapatan tahun ini. Total kontrak berjalan perseroan hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai Rp 12 triliun,” jelas dia.

Sedangkan perkiraan pendapatan Wika Gedung tahun depan direvisi turun dari Rp 4,83 triliun menjadi Rp 4,43 triliun. Begitu juga dengan estimasi laba bersih dipangkas dari Rp 432 miliar menjadi Rp 385 miliar.

Kinerja keuangan tersebut menggambarkan bahwa perseroan diharapkan pulih tahun depan, namun dengan rendahnya perolehan kontrak baru tahun ini, pemulihan belum bisa menyamai pencapaian tahun 2019.

Terkait prospek bisnis modular, Devin menegaskan bahwa itu akan didukung oleh keingi nan perseroan untuk menaikkan kapasitas produksi pabrik modular dari 300-400 unit per bulan menjadi 900-1.000 unit per bulan.

Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan permintaan pasar. Namun, manajemen perseroan pernah menyebutkan bahwa ekspansi tersebut kemungkinan ditunda hingga dampak pandemi Covid-19 mereda.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Sinarmas Sekuritas merevisi turun target harga saham WEGE menjadi Rp 300 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Pemangkasan target harga telah mempertimbangkan perolehan kontrak baru tahun ini yang diperkirakan lebih rendah dari perkiraan semula.

Di lain pihak, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael mengungkapkan, realisasi kontrak baru Wika Gedung tahun ini kemungkinan tidak bagus, sehingga berimbas pada kinerja keuangan.

Hal ini sejalan dengan potensi penundaan tender sejumlah proyek pemerintah akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Salah satu kegiatan di Wika Gedung. Foto ilustrasi: wikagedung.co.id
Salah satu kegiatan di Wika Gedung. Foto ilustrasi: wikagedung.co.id

Perkiraan penurunan tersebut juga sejalan dengan proyeksi manajemen yang telah merevisi turun target kontrak baru dari Rp 14,9 triliun menjadi Rp 3,4 triliun.

“Kami memperkirakan mayoritas tender proyek pemerintah yang sebelumnya sudah dicanangkan dikerjakan tahun ini kemungkinan ditunda akibat berlanjutnya pandemi Covid-19. Hal ini mendorong kami untuk merevisi turun target kontrak baru perseroan menjadi Rp 3,4 triliun dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp 9,7 triliun,” tulis Joshua dalam risetnya.

Penurunan target kontrak baru tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perseroan tahun 2021. Hal ini mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk memangkas perkiraan pendapatan Wika Gedung pada 2021 menjadi Rp 4,32 triliun dari semula Rp 5,55 triliun.

Estimasi laba bersih juga dipangkas dari Rp 381 miliar menjadi Rp 317 miliar.

Sedangkan target kinerja keuangan Wika Gedung pada 2020 dipertahankan, dengan target pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 4,79 triliun dan Rp 336 miliar.

Mirae Asset Sekuritas juga memangkas turun target harga saham WEGE dari Rp 270 menjadi Rp 230, dengan rekomendasi menjadi trading buy.

Meski demikian, WEGE masih menarik untuk dikoleksi karena valuasi yang rendah dan kas Wika Gedung yang positif. Saat ini, WEGE ditransaksikan pada P/E 6,5 kali.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN