Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

Wika Segera Bangun Gedung Tertinggi di Senegal

Farid Firdaus, Senin, 24 Februari 2020 | 20:28 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan desain teknis proyek gedung tertinggi Tour de Goree di Senegal, Afrika Barat, selesai pada akhir Februari ini. Sebagai kontraktor utama, perseroan bersiap memulai konstruksi proyek senilai US$ 250 juta pada 2020.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya atau Wika Mahendra Vijaya mengatakan, perseroan terbuka dalam menggandeng mitra lokal di Dakar, Senegal, untuk membangun proyek prestisius tersebut. Sebelumnya, perseroan telah memasukan nilai kontrak gedung Tour de Goree ke dalam kontrak baru tahun 2019.

“Setelah desain selesai, kami akan menunggu proses selanjutnya dari Pemerintah Senegal. Tapi dipastikan mulai pada 2020,” kata Mahendra kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (24/2).

Tour de Goree akan berlokasi di pusat kota Dakar atau di belakang Istana Kepresidenan Senegal. Gedung tersebut akan menghadap Pulau Goree yang merupakan salah satu tempat bersejarah bagi masyarakat Senegal.

Kesepakatan terkait proyek ini telah ditandatangani Wika dengan lembaga yang dikendalikan pemerintah Senegal, yakni L’Agence De Gestion Du Patrimoine Bati De L’Etat (AGPBE), pada 2 Desember 2019.

Prosesi tersebut merupakan tindak lanjut kerjasama bisnis antara Pemerintah Senegal dengan Wika dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank pada perhelatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) Agustus 2019.

Menurut Mahendra, Tour de Goree berpeluang menjadi pembuktian perseroan dalam menggarap proyek konstruksi di Afrika. Dengan kepercayaan investor dan mitra bisnis, perseroan bisa menjajaki sejumlah proyek kontruksi di negara lain, misalnya di Tanzania dan Kongo.

Hingga saat ini, Wika telah memperlebar wilayah ekspansinya hingga sembilan negara. Pada 2020, perseroan berencana merambah tiga negara baru, yakni Madagaskar, Mauritius, dan Ethiopia. Wika bakal menggandeng sejumlah BUMN lain untuk bersama-sama menggarap proyek konstruksi di luar negeri.

Semisal, Wika bisa berkolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk proyek revitalisasi jalur kereta api. Selain itu, perseroan juga berencana menggandeng PT Angkasa Pura II dalam pengembangan bandara. Tak ketinggalan, proyek pebangunan hanggar pesawat juga dibidik Wika bersama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Tahun ini, Wika menargetkan perolehan nilai kontrak baru luar negeri sebanyak Rp 5,7 triliun. Nilai tersebut setara 8,7% dari total target kontrak baru 2020 yang sebanyak Rp 65 triliun. Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 11,5 triliun untuk penyertaan modal kepada entitas bisnis dan pengembangan usaha.

Tahun lalu, Wika berhasil mengantongi nilai kontrak baru Rp 41,17 triliun. Dari jumlah itu, proyek luar negeri perseroan mengambil porsi 12,10%, sektor swasta berkontribusi 50,27%, sektor BUMN menyumbang 28,99%, sementara pemerintah dan proyek investasi masing-masing sebesar 6,55% dan 2,09%.

Proyek Andalan

Wika yang tergabung dalam konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus melanjutkan pembangunan megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Progres pengerjaan proyek senilai Rp 83 triliun ini diklaim sudah mencapai 44% dengan proses pembebasan lahan yang mencapai 99,96%.

Saat ini, KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sesuai rencana, jalur kereta akan memiliki panjang mencapai 142,3 km dengan empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar (Bandung).

Dari jalur tersebut sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated, sedangkan sisa jalur  digarap di atas tanah yang di antaranya melalui tunnel atau terowongan yang menembus bukit. 

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menargetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa dioperasikan pada 2021. Jika proyek ini berjalan sukses, bukan tidak mungkin jalurnya akan dilanjutkan hingga ke Surabaya.

Sementara itu, analis Binaartha Nafan Aji Gusta merekomendasikan akumulasi beli saham WIKA dengan target harga untuk satu tahun Rp 2.630. Pada penutupan perdagangan Senin (24/2), WIKA bertengger di posisi Rp 1.970.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN