Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wijaya Karya,

Wijaya Karya,

Wika Siapkan Belanja Modal Rp 11,5 Triliun

Gita Rossiana, Rabu, 8 Januari 2020 | 21:51 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 11,5 triliun pada 2020. Dana ini akan dipergunakan untuk penyertaan modal di entitas bisnis dan pengembangan usaha perseroan.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya menjelaskan, pada tahun ini, perseroan berencana mengembangkan beberapa proyek besar di bidang infrastruktur. Adapun proyek tersebut adalah proyek light railway transit (LRT) lanjutan di Jakarta, jalan tol di Jawa Tengah dan pengembangan pelabuhan di Indonesia Timur. "Masing-masing nilai proyeknya adalah Rp 3 triliun," kata dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (8/1).

Selain itu, perseroan juga mengembangkan beberapa proyek di luar negeri seperti di Aljazair, Nigeria, Malaysia, Taiwan dan Timor Leste. Mahendra mengungkapkan, perseroan juga akan memulai proyek mixed use building di Senegal dan pembangunan jembatan di Filipina. "Untuk di Senegal, nilai framework agreement-nya sekitar Rp 3,5 triliun," kata dia.

Lebih lanjut untuk proyek di Senegal, Wika dan L’Agence De Gestion Du Patrimoine Bati De L’Etat (AGPBE) juga telah meneken kontrak tahap pertama Goree Tower Project senilai 50 juta euro. Pekerjaan proyek Goree Tower yang berlokasi di Senegal, Afrika, itu memiliki nilai kesepakatan total kontrak 250 juta euro. 

Proyek tersebut merupakan tindak lanjut perjanjian bisnis antara pemerintah Senegal dengan Wijaya Karya dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank pada acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali, Agustus 2019. 

“Kerja sama yang akan direalisasikan ini merupakan salah satu milestone kiprah BUMN karya Indonesia di Afrika Barat. WIKA mampu mengerjakan proyek mulai dari social housing di Afrika sampai proyek besar dan prestisius, seperti Goree Tower Project ini,” ujar Destiawan Soewardjono, direktur operasi III Wijaya Karya yang membawahi divisi luar negeri. 

Sementara untuk proyek di Taiwan, Wijaya Karya menggandeng BUMN Taiwan untuk mengikuti tender konstruksi bandar udara dengan nilai proyek mencapai Rp 20 triliun. Lantaran bernilai besar, Mahendra menjelaskan, proyek ini berpeluang mendongkrak kontrak baru perseroan sekitar Rp 10 triliun. 

Selain di Taiwan, Mahendra menegaskan, perseroan mengincar konstruksi jalan di Malaysia. Kedua proyek di Taiwan dan Malaysia secara total nilainya di atas Rp 35 triliun. 

Target 2020

Tahun ini, BUMN karya tersebut menargetkan bisa meraih total kontrak dari proyek-proyek luar negeri sebesar Rp 5,18 triliun. Perseroan optimistis bisa mencapai target tersebut karena besarnya potensi pasar luar negeri. Hingga September 2019, perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 25,7 triliun. Jika dibandingkan dengan periode kuartal III tahun 2018, kontrak baru perseroan bertumbuh sekitar 2%. 

Dari nilai tersebut, sebanyak 85,7% kontrak baru perseroan berasal dari sektor BUMN dan private, 9,8% berasal dari proyek luar negeri dan 4,5% berasal dari pemerintah. Beberapa proyek besar yang dibukukan perseroan diantaranya datang dari proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu sebesar Rp 2,1 triliun, proyek pembangunan Jakarta International Stadium sebesar Rp 1,9 triliun yang dibukukan melalui Wika Gedung, dan tol Serpong Balaraja sebesar Rp 900 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA