Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: sp.beritasatu.com

Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: sp.beritasatu.com

Wika Siapkan Investasi US$ 83 Juta di Tanzania

Farid Firdaus, Rabu, 18 Desember 2019 | 12:48 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan Eximbank Indonesia bersama Commonwealth Parliamentary Association (CPA) tengah mengkaji kerja sama potensial dalam pembangunan hotel bintang lima senilai US$ 33 juta atau sekitar Rp 460 miliar di Dodoma, Tanzania, Afrika Timur. Wika juga meraih kesepakatan pembangunan gedung pemerintah negara tersebut senilai US$ 50 juta atau Rp 700 miliar.

Sementara itu, PT Timah Tbk (TINS) menyatakan minatnya dengan mengirim letter of Intent kepada perusahaan tambang asal Tanzania, State Mining Corporation (Stamico) terkait kerja sama antara kedua pihak. Hal ini terungkap setelah lawatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan ke Tanzania.

Luhut melakukan pertemuan bilateral dengan Minister of State, Prime Minister Office (Investment) Tanzania Hon Angela Mbelwa Kairuki pada 17 Desember 2019. Aksi ini untuk mendorong kerja sama di berbagai sektor, seperti infrastruktur, energi, dan pertambangan.

Luhut mengapresiasi aksi Pemerintah Tanzania atas dukungannya dan partisipasinya dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang dilangsungkan di Bali pada 20 -21 Agustus 2019.

Seperti diketahui, dalam forum tersebut, Indonesia dan Tanzania menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja tentang Pembangunan Terminal Cair Massal Zanzibar dan dapat diperluas ke pembangunan pelabuhan peti kemas dengan nilai US$ 190 juta.

“Sejak itu, Wika dan Indonesia Eximbank telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan rekan-rekan mereka di Tanzania untuk membahas teknis proyek, termasuk persiapan studi kelayakan dan skema pembiayaan. Semoga Pemerintah Tanzania mendukung kerja sama ini,” kata Luhut dalam keterangan resmi, Rabu (18/12).

Luhut juga menyambut baik kerja sama potensial dalam pembangunan hotel bintang lima di Dodoma antara Wika, Eximbank Indonesia, dan CPA dengan nilai US$ 33 juta. Sebagai tindak lanjut, Wika dan Indonesia Eximbank telah melakukan diskusi teknis dengan CPA untuk membahas teknis proyek, termasuk nota kesepahaman, studi kelayakan, dan skema pembiayaan.

Adapun, dalam pertemuan tersebut dilakukan penandatanganan kerja sama dalam sejumlah proyek infrastruktur di Dodoma antara Wika dengan lembaga layanan investasi nasional Tanzania, Suma JKT. Kerjasama ini untuk membangun gedung pemerintahan negara tersebut dengan investasi senilai US$ 50 juta.

Sementara itu, di sektor energi dan pertambangan, Menurut Luhut, selama November 2019 ini telah ada diskusi berkelanjutan antara Timah dan Stamico. Kerjasama ini terkait pertambangan mineral untuk emas, fosfat dan timah. “Timah telah mengirim Letter of Intent ke Stamico serta draft awal Nota Kesepahaman untuk kerja sama antara kedua pihak,” jelas dia.

Tak ketinggalan, BUMN lainnya, PT Pertamina, yang telah membeli saham mayoritas Maurel & Prom termasuk operasinya untuk produksi gas di Tanzania sejak 2017 juga berencana meningkatkan produksinya di Tanzania.

Prospek WIKA

Analis Bina Artha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menjelaskan, berdasarkan perspektif teknikal, pergerakan harga saham emiten berkode WIKA ini berpotensi membentuk fase reakumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend. Hal ini ditandai dengan adanya potensi pembentukkan diamond pattern. Di sisi lain, indikator MACD terlihat membentuk pola golden cross di area negatif.

“Rekomendasinya adalah akumulasi beli dengan estimasi target harga jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang di level Rp 2.380 dan Rp 3.290,” kata dia.

Dalam risetnya disebutkan, Wika telah menerapkan penggunaan teknologi building information modeling (BIM) yang menjembatani konsep perencanaan, perhitungan analisis desain, hingga pemodelan dalam bentuk tiga dimensi. Berbagai keunggulan penggunaan BIM adalah terciptanya efisiensi biaya berupa penggunaan material, dan memperkecil risiko terjadinya pengerjaan ulang. Hal ini diyakini akan mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kinerja emiten ke depan.

Sebagai informasi, terdapat 80 proyek yang dikerjakan Wika dengan menggunakan teknologi BIM, termasuk proyek Tol Balikpapan - Samarinda hingga proyek Harbor Road. Bahkan di luar negeri yakni renovasi Istana Kepresidenan Nigeria juga menggunakan teknologi tersebut, yang ditargetkan dapat rampung pada awal 2021 dengan estimasi nilai proyek sekitar Rp 600 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA